web analytics
  

Manfaat Berpelukan bagi Kesehatan Mental

Rabu, 19 Agustus 2020 06:58 WIB M. Naufal Hafizh
Gaya Hidup - Sehat, Manfaat Berpelukan bagi Kesehatan Mental, Kesehatan,Berpelukan,Kesepian,Kecemasan,depresi

Berpelukan. (Pixabay/Iambhappiness)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Berpelukan memiliki berbagai manfaat luar biasa bagi kesehatan mental.

Melansir dari Independent, berikut adalah beberapa manfaat berpelukan untuk kesehatan mental.

Mengurangi Rasa Kesepian

Berpelukan membuat seseorang melepaskan oksitosin di otak yang dapat meningkatkan perasaan intim dan membantu merangsang ikatan sosial antara dua orang. Kadar oksitosin yang tinggi dapat meningkatkan keterikatan secara romantis, mengurangi perasaan kesepian, dan rasa terisolasi.

Tak hanya manusia, bahkan memeluk anjing peliharaan juga bisa memberikan manfaat yang sama.

"Anjing entah bagaimana telah membajak jalur ikatan oksitosin ini, sehingga hanya dengan melakukan kontak mata atau bermain dan memeluk anjing, oksitosin dalam diri kita dan anjing meningkat," kata Profesor ilmu saraf kognitif, Brian Hare.

Mengurangi Gejala Kecemasan dan Depresi

Selain oksitosin, penelitian menunjukkan bahwa memeluk seseorang dapat melepaskan dopamin di otak.

Hormon oksitosin sendiri dikenal sebagai hormon rasa senang yang terkait dengan peningkatan perasaan bahagia.

Orang dengan gangguan suasana hati, seperti depresi biasanya memiliki tingkat dopamin yang rendah, jadi berpelukan mungkin bisa membantu memperbaiki depresi meski hanya sedikit.

Membantu melindungi dari stres

Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti Carnegie Mellon University di Pittsburgh menyatakan bahwa berpelukan dapat mengurangi kerentanan seseorang terhadap stres. Penelitian ini dilakukan pada 404 orang dewasa sehat di tahun 2014.

Hubungan antara stres dan berpelukan adalah karena peserta merasakan tingkat dukungan sosial yang lebih besar ketika mendapatkan pelukan secara rutin.

Peneliti juga menyatakan, ketika seseorang jauh dari stres maka akan mengurangi kemungkinan terkena berbagai infeksi dan penyakit.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers