web analytics
  

Jika Ada Guru atau Siswa Terpapar Covid-19, Sekolah Harus Tutup

Selasa, 18 Agustus 2020 14:42 WIB Nur Khansa Ranawati
Umum - Regional, Jika Ada Guru atau Siswa Terpapar Covid-19, Sekolah Harus Tutup, Sekolah di Jabar,Simulasi Belajar Tatap Muka,Belajar,Pendidikan,Sekolah

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jabar Daud Achmad (Tangkapan Layar)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Hari ini, Selasa (18/8/2020), sekolah di tingkat SMA/SMK di Jawa Barat mulai diperkenankan melakukan pembelajaran tatap muka. Setidaknya ada 71 sekolah di berbagai kecamatan di Jabar yang menerapkan tatap muka dengan protokol kesehatan.

"Ada di beberapa daerah seperti Pangandaran, Ciamis, dan Kabupaten Sukabumi. Ini ada juga di Indramayu," ungkap Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jabar Daud Achmad di Gedung Sate.

Ia mengatakan, ke-71 sekolah tersebut adalah sekolah yang telah lolos tahapan verifikasi tim gugus tugas COVID-19 Jabar. Hal tersebut menunjukan bahwa fasilitas penunjang protokol kesehatan telah terpenuhi.

Di antaranya adalah penyediaan tempat cuci tangan, bangku kelas yang berjarak, hingga pemeriksaan tes swab bagi para guru yang akan mengajar. Bila terdapat siswa atau guru yang kemudian terbukti terpapar COVID-19, maka sekolah akan kembali ditutup.

"Ketika ada siswa atau guru yang kemudian terpapar COVID-19 maka sekolah itu harus ditutup," ungkapnya.

Selain itu, ia mengatakan, para orangtua siswa yang anaknya bersekolah di 71 sekolah tersebut juga diperkenankan untuk meminta pembelajaran secara daring apabila dinilai masih terlalu rentan melakukan tatap muka.

Meskipun sudah menerapkan tatap muka, namun sekolah-sekolah tersebut tetap berkewajiban menyediakan fasilitas pembelajaran daring.

"Jadi anak ini (yang memilih daring) tetap harus mendapatkan pendidikan yang sama," jelasnya. 

 

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers