web analytics
  

Mutasi Corona di Malaysia 10 Kali Lebih Menular, Begini Asal Usulnya

Selasa, 18 Agustus 2020 14:07 WIB
Umum - Internasional, Mutasi Corona di Malaysia 10 Kali Lebih Menular, Begini Asal Usulnya, COVID-19,Virus Corona,Corona di Malaysia,Mutasi Corona,Mutasi Covid-19

Ilustrasi--Corona (EPA)

KUALA LUMPUR, AYOBANDUNG.COM -- Pihak berwenang Malaysia melaporkan temuan mutasi Covid-19 dengan kekuatan 10 kali lebih menular. Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Noor Hisham Abdullah mengatakan, rakyatnya harus lebih berhati-hati atas adanya mutasi D614G dari virus ini.

"Ditemukan 10 kali lebih mudah untuk menginfeksi orang lain dan lebih mudah menyebar, jika disebarkan oleh individu yang bersifat super spreader (penyebar super),” ujar Hisham dalam sebuah pernyataan melalui jejaring sosial Facebook, dilansir Channel News Asia, Selasa (18/8).

"Tes awal ini dan beberapa tes lanjutan sedang dilakukan untuk menguji beberapa kasus lain, termasuk kasus indeks untuk dua klaster,” jelas Hisham.

Hisham lebih lanjut mengatakan bahwa mutasi D614G ditemukan oleh para ilmuwan pada Juli lalu. Hal ini kemungkinan menyebabkan penelitian vaksin yang telah dilakukan belum lengkap atau tidak efektif terhadap mutasi ini.

Karena itu, Hisham berpesan kepada masyarakat untuk terus menerapkan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian kesehatan selama pandemi, seperti menjaga jarak fisik, praktik kebersihan diri, dan menggunakan masker saat bepergian. Ia mengingatkan bahwa diperlukan kerja sama publik agar Pemerintah Malaysia bisa bersama-sama memutus rantai penularan Covid-19 dari segala jenis mutasi di negara itu.

Malaysia melaporkan 25 kasus COVID-19 pada Ahad (16/8) lalu, di mana sembilan di antaranya adalah transmisi lokal sementara 16 kasus impor. Hisham mengatakan, ini membuat total kumulatif kasus di Malaysia menjadi 9.200, dengan 216 di antarnaya adalah kasus aktif.

Hisham mengatakan, sembilan transmisi lokal melibatkan tujuh warga Malaysia, salah satunya adalah kasus skrining pra-operasi di Rumah Sakit Queen Elizabeth di Kinabalu, Sabah. Sebanyak enam kasus berasal dari klaster Tawar di Baling, Kedah, lima di antaranya di Kedah dan satu lagi di Penang.

"Dua infeksi lokal lagi terdeteksi di antara orang non-Malaysia di Kuala Lumpur di mana kedua kasus adalah pekerja restoran setelah pemeriksaan acak dilakukan di tempat kerja mereka," kata Hisham.

Berita tentang penutupan tempat makan tersebut telah menjadi viral di media sosial dan menimbulkan kecemasan di kalangan pelanggan. Hisham mengatakan, dinas kesehatan setempat akan melakukan deteksi kasus secara aktif di mana penyelidikan dan pengambilan sampel lebih lanjut akan dilakukan.

Restoran telah ditutup sementara untuk disinfeksi dan sanitasi. Hisham mengatakan, 16 kasus impor tersebut berasal dari Thailand, Hong Kong, Indonesia, India, Arab Saudi, Pakistan, Yaman, Lebanon, Inggris, dan Jepang.

Menjelaskan tentang klaster Tawar, Hisham mengatakan bahwa dengan kasus baru yang dilaporkan dalam semalam, kini terdapat 39 kasus dari klaster ini. Sekitar 899 orang telah diskrining, di mana 727 orang telah diskrining di Kedah dengan 35 tes positif Covid-19, kemudian 643 dinyatakan negatif dan 49 lainnya masih menunggu hasil.

Deteksi kasus aktif dan skrining kontak terus berlanjut untuk kluster Tawar. Kementerian Kesehatan Malaysia mengatakan di Twitter bahwa tiga klaster kasus Covid-19 di negara itu telah ditutup, yaitu klaster restoran Kuala Lumpur dan klaster Ramnad dan Kuching Jetty, sehingga jumlah klaster tertutup menjadi 78.

Sebelumnya, dilaporkan tiga dari 45 kasus mutasi virus corona jenis atau disebut D614G yang diemukan di klaster yang dimulai dari pemilik restoran di Kuala Lumpur tersebut. Pemilik adalah seorang pria yang kembali dari India dan melanggar karantina mandiri 14 hari di rumahnya. Ia pun dijatuhi hukuman lima bulan penjara atas kesalahannya.

Laporan tersebut juga mengatakan bahwa galur ditemukan di kelompok lain yang melibatkan individu yang kembali dari Filipina.  Sejak virus corona jenis baru pertama kali diidentifikasi di Wuhan, China, pada Desember 2019, para ilmuwan telah melihat mutasi atau perubahan pada materi genetik SARS-CoV-2.

Meskipun mutasi virus telah menjadi varian utama di Eropa dan Amerika Serikat, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa tidak ada bukti bahwa virus tersebut dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah. Sementara itu, sebuah makalah yang diterbitkan di Cell Press melaporkan bahwa mutasi kemungkinan tidak berdampak besar pada kemanjuran vaksin yang saat ini sedang dikembangkan di banyak negara.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

WHO: Varian Covid-19 Delta Dominasi Infeksi secara Global

Internasional Sabtu, 19 Juni 2021 | 12:39 WIB

Varian Covid-29 Delta, yang awalnya muncul di India, menjadi varian dominan secara global. Keterangan ini disampaikan WH...

Umum - Internasional, WHO: Varian Covid-19 Delta Dominasi Infeksi secara Global, Varian Covid-19 Delta,Varian Covid-19 Delta WHO,akses vaksin Covid-19,Varian Delta,lonjakan kasus Covid-19,lonjakan tajam infeksi varian Delta,Virus Corona Covid-19 Strain Delta

Israel Bakal Kirim 1 Juta Dosis Vaksin Covid-19 ke Palestina

Internasional Jumat, 18 Juni 2021 | 22:26 WIB

Israel akan mengirim sedikitnya 1 juta dosis vaksin COVID-19 ke Otoritas Palestina (PA) di bawah kesepakatan berbagi sun...

Umum - Internasional, Israel Bakal Kirim 1 Juta Dosis Vaksin Covid-19 ke Palestina, Israel,Palestina,Perdana Menteri Israel Naftali Bennett,Vaksin Covid-19

Korea Selatan Berencana Kombinasikan Vaksin Pfizer dan AstraZeneca

Internasional Jumat, 18 Juni 2021 | 20:19 WIB

Korea Selatan (Korsel) berencana memberikan dua jenis vaksin Covid-19 kepada 760 ribu warganya, Jumat 18 Juni 2021. Hal...

Umum - Internasional, Korea Selatan Berencana Kombinasikan Vaksin Pfizer dan AstraZeneca, Korea Selatan (Korsel),Vaksin Pfizer,vaksin AstraZeneca,Vaksin Covid-19

Episode Perdana Hospital Playlist 2 Pecahkan Rekor Rating Tertinggi

Internasional Jumat, 18 Juni 2021 | 14:42 WIB

Tayangan Episode Perdana Hospital Playlist 2 itu mencatat rating pemirsa episode pertama tertinggi dalam sejarah tvN.

Umum - Internasional, Episode Perdana Hospital Playlist 2 Pecahkan Rekor Rating Tertinggi, Hospital Playlist 2,Episode Perdana Hospital Playlist 2,Rating Hospital Playlist 2,Sinopsis Hospital Playlist 2,Drama Korea Hospital Playlist 2,Drakor terbaru 2021,Drakor Hospital Playlist 2,Fakta Hospital Playlist 2

Warga Israel Serang Perempuan hingga Anak-anak Palestina saat Gelar Pa...

Internasional Kamis, 17 Juni 2021 | 11:41 WIB

Banyak warga Israel yang melakukan penyerangan terhadap tiap warga Palestina yang mereka temui.

Umum - Internasional, Warga Israel Serang Perempuan hingga Anak-anak Palestina saat Gelar Pawai, Serangan Warga Israel,warga Palestina,March Flag,Pawai Israel,penyerangan warga israel,penduduk Palestina,serangan brutal Israel

Vaksin Sinovac dan Sinopharm Diizinkan untuk Anak

Internasional Selasa, 15 Juni 2021 | 13:35 WIB

Anak-anak sebagian besar terhindar dari pandemi terburuk, tetapi lebih mudah terinfeksi daripada orang dewasa. Pada umum...

Umum - Internasional, Vaksin Sinovac dan Sinopharm Diizinkan untuk Anak, vaksin Sinovac,Vaksin Sinopharm,vaksinasi anak,vaksin untuk anak,vaksin untuk anak,penggunaan darurat vaksin anak

7 Drama Korea Terbaru Juni 2021, Ayo Nonton!

Internasional Selasa, 15 Juni 2021 | 08:51 WIB

Juni ini banyak drama Korea seru yang patut ditunggu, diantaranya ada Hospoyal Playlist dan banyak yang lainnya. Tentuny...

Umum - Internasional, 7 Drama Korea Terbaru Juni 2021, Ayo Nonton!, Drama Korea,drama Korea terbaru,Drama Korea (Drakor),Drama Korea Juni 2021,Daftar Drama Korea Terbaru,Rekomendasi Drama Korea Terbaru,Hospital Playlist 2,Penthouse 3

Kemenag Garut Layani Pengembalian Dana Haji

Internasional Selasa, 15 Juni 2021 | 07:44 WIB

Kantor Kementerian Agama atau Kemenag Kabupaten Garut membuka pelayanan pengembalian dana ibadah haji bagi jamaah yang b...

Umum - Internasional, Kemenag Garut Layani Pengembalian Dana Haji, Dana Haji,pengembalian dana haji,pengelolaan dana haji,kemenag garut

artikel terkait

dewanpers