web analytics
  

'Cikur' Sambel Hejo Cimareme, Kuliner Legendaris Kaya Rempah

Selasa, 18 Agustus 2020 13:58 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Ngamprah, 'Cikur' Sambel Hejo Cimareme, Kuliner Legendaris Kaya Rempah , Sambal Hejo,Cikur Sambal Hejo,Kuliner Bandung,Kunliner Sunda,Masakan Sunda

Cikur Sambal Hejo (Áyobandung.com/Tri Junari)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Kuliner legendaris asli Purwakarta dengan nama resto Sambel Hejo kini hadir di Jalan Raya Cimareme, No 450 A-D, Desa Cimareme, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB). 

Kuliner khas sunda ini sudah ada sejak 1960-an, sambal berwarna hijau kaya rempah bukan hanya lezat saat disantap, bumbu 'Cikur' atau kencur didalamnya dipercaya mampu menghangatkan badan.

Pengelola Sambel Hejo Cimareme, Uung Rumaji menuturkan, menu utama resto sunda ini ayam kampung goreng dipadu sambal serba hijau yang penuh rempah.

Berbeda dengan ayam goreng pada umumnya, resep dan pengolahan masih mempertahankan warisan leluhur sejak 1960-an. Pasangannya, sambal hijau dengan komposisi berupa tomat hijau, cabai rawit hijau dan kencur membuat hangat di badan. 

panganan itu seakan sulit dipisahkan, harus disantap berbarengan agar menciptakan sensasi resep karuhun (leluhur) di lidah. Yang menarik, daging ayam tidak digoreng garing, melainkan setengah matang menggunakan tungku dengan kayu bakar.

Begitu dicolek dengan lalapan segar, akan terasa perpaduan asam, pedas, dan hangat kencur, sehingga terasa segar namun hangat di tenggorokan. 

Di samping dua jenis panganan, penyajiannya juga sangat sederhana, yakni plus ayam goreng setengah matang, perkedel kentang, lalapan segar, dan sambal hijau disajikan untuk makan lesehan.

“Goreng ayamnya terkesan basah berwarna kuning. Kami menggunakan kunyit sebagai pewarna pada ayam itu. Meskipun digoreng setengah matang, ayamnya tetap empuk karena sebelum digoreng ayam kampung tersebut diungkeb terlebih dulu,” ungkap Uung, Selasa (18/8/2020).

Bumbu dan cara memasak ayam seperti itu merupakan resep yang dipertahankan secara turun-temurun sehingga rasanya tidak pernah berubah. Kuliner ini bukan hanya lezat di santap, namun komposisi rempah juga membuat sehat di badan. 

Ketika itu, H Warta memperkenalkan ayam goreng setengah matang sebagai menu yang benar-benar baru kepada publik di zaman Orde Lama. Begitu pula sambal hijau yang disajikan, merupakan panganan jadul.

"Mulai buka awal tahun 2020 ini, tidak perlu jauh ke Purwakarta penggemar Sambel Hejo bisa datang kesini," katanya.

Bukan hanya sambal hejo saja yang menjadi ciri khas resto ini, ada berbagai santapan lain khas sunda yang bisa dipilih penikmat kuliner legendaris.

"Ada nasi bakar hejo yang selama ini banyak dipesan pelanggan," sebutnya.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers