web analytics
  

BI Jabar: Animo Penukaran Uang Rp75.000 Tinggi

Selasa, 18 Agustus 2020 13:22 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Bandung Raya - Bandung, BI Jabar: Animo Penukaran Uang Rp75.000 Tinggi, Uang Rp75.000,Bank Indonesia,Penukaran,legal tender,badnung hari ini

Animo masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Barat, tinggi menyambut pengeluaran dan pengedaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia (UPK 75 Tahun RI) berbentuk uang kertas pecahan Rp75.000. (Ayobandung.com/Eneng Reni)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Animo masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Barat, tinggi menyambut pengeluaran dan pengedaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia (UPK 75 Tahun RI) berbentuk uang kertas pecahan Rp75.000. Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Herawanto.

Namun, setiap harinya, hanya 150 saja yang bisa melakukan penukaran uang di KPw BI Jawa Barat.

"Kalau berbicara penukaran sehari 150 orang yang bisa menukarkan karena memang ini dalam rangka patuh kepada penanganan Covid-19. Kalau yang disediakan hari ini, 150 x Rp75.000. Pendaftaran untuk penukaran 150 uang pecahan Rp75.000 ini melalui website," kata Herawanto saat ditemui di lokasi antrean penukaran, Selasa (18/8/2020).

Selain itu, waktu penukaran dibatasi. Terdapat 3 batch, yakni pukul 08.00-09.00 WIB, pukul 09.00-10.00 WIB, dan pukul 10.00-11.00 WIB.

"Penukaran ini sampai September akhir hanya di sini (KPw BI Jabar) tapi setelahnya bisa didapat di sini dan di 5 bank yang ditunjuk. Prinsipnya supaya ini dapat dinikmati dan diperoleh oleh setiap penduduk maka satu NIK atau satu KTP satu lembar uang, jadi gak bisa minta lebih," katanya.

Herawanto mengatakan, uang rupiah kertas pecahan Rp75.000 ini berlaku sebagai alat pembayaran yang sah (legal tender), sekaligus Uang Peringatan (commemorative notes) di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Misalnya ada pertanyaan, bisa dibelanjakan gak? Jelas bisa, karena ini uang legal tender, berlaku secara sah. Kalau saya belanjakan ke toko kelontong, boleh gak? Ya monggo aja, cuman sayang, udah dapat saja alhamdulillah, kan susah dapatnya. Biasanya yang terjadi adalah yang memegang uang itu akan kemudian memperjualbelikannya sebagai commemorative point atau uang peringatan," kata Herawanto.

Sementara itu, Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah KPw BI Jabar Syafii menuturkan, sampai saat ini BI Jabar mendapatkan jatah uang Rp75.000 mencapai 7,6 juta lembar. Jumlah ini, kata dia, tidak langsung diberikan kepada KPw BI Jabar melainkan dilakukan secara bertahap.

"Dibuka (registrasi) itu sekaligus mulai kemarin sampai 2 September. Begitu gak masuk di hari atau tanggal tertentu, bisa geser ke tanggal berikutnya karena sistemnya itu otomatis membatasi 150 penukaran per hari," katanya.

"Kalau penuh, bisa pesan lagi tanggal 3 September pukul 00.00 WIB untuk 10 hari kerja berikutnya. Habis itu kalau penuh, buka lagi untuk 10 hari kerja berikutnya sampai ada informasi lebih lanjut," ujarnya.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers