web analytics
  

5 Film Klasik Pemenang Oscar yang Wajib Ditonton Selama Karantina

Selasa, 18 Agustus 2020 04:33 WIB M. Naufal Hafizh
Umum - Unik, 5 Film Klasik Pemenang Oscar yang Wajib Ditonton Selama Karantina, Film,Oscar,film klasik,The Godfather,Lawrence of Arabia

Jika sudah jenuh dan bosan dengan film-film yang sudah kamu tonton di rumah, kamu bisa coba memasukkan film-film klasik berikut ini ke dalam watchlist. (Unsplash.com/Jake Hills)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Barangkali, sejumlah orang suka pergi ke bioskop untuk menonton film bersama teman dan saudara. Namun, kala masa karantina mandiri saat ini, bioskop masih belum bisa diakses untuk publik.

Alternatifnya, kamu masih bisa menonton film di dalam rumah. Jika kamu kehabisan ide film apa yang harus kamu tonton, cobalah tonton film klasik untuk menghabiskan waktu karantina mandiri.

Berikut daftar film klasik pemenang penghargaan Oscar dengan latar cerita menarik yang bisa kamu tonton di rumah, berdasarkan saran Paul Gambaccini dilansir dari BBC News.

Casablanca (1942)

Setelah bertahun-tahun, kisah yang dihadirkan Casablanca tetap kuat dan sangat relevan.

Meskipun Casablanca dikemas sebagai kisah cinta antara pemilik bar Rick Blaine (Humphrey Bogart) dan mantan kekasihnya Isla Lund (Ingrid Bergman), di bawah romantisme tersebut terdapat sebuah alur cerita thriller yang sukses, perang, dan pengorbanan. Gambaccini masih menganggap Casablanca sebagai Film Terbaik pada tahun 1944. Setelah bertahun-tahun tetap kuat dan sangat relevan.

All About Eve (1950)

All About Eve bercerita tentang seorang penggemar muda yang terobsesi dengan idolanya Margo Channing, seorang bintang Broadway. Meskipun Davis tidak dianugerahi Oscar ketiga yang sangat dia idamkan, dia mendapatkan kasih sayang dari Gary Merrill, yang kemudian menjadi suami ketiganya.

West Side Story (1961)

West Side Story mengambil inspirasi dari Romeo dan Juliet, menceritakan kisah tragis geng jalanan. Lagu yang langsung dapat dikenali dan koreografi spektakuler Jerome Robbins menambah drama musikal ini, yang membahas masalah sosial yang sulit dan romansa remaja.

Drama juga merambah ke balik layar, dengan berbagai konflik teknis dan masalah rasisme. Terlepas dari kontroversi di balik layar tersebut, film ini menerima 10 Oscar. Film ini akan membuat kamu menari-nari selama menonton.

Lawrence of Arabia (1962)

Gambaccini mendeskripsikan Lawrence of Arabia sebagai mahakarya yang menjanjikan dalam bentuk yang dapat diterima oleh khalayak luas. Mengisahkan pahlawan yang ambigu secara moral, kematian, rasisme, dan pemerkosaan laki-laki.

Film yang diceritakan dalam dua bagian ini menceritakan kehidupan T.E. Lawrence, dibuka dengan kematiannya, sebelum melakukan perjalanan kembali untuk menceritakan pengalamannya di Kekaisaran Ottoman selama Perang Dunia Pertama. Film ini terkenal akan sinematografinya yang indah, membuatnya dianugerahi penghargaan Oscar.

The Godfather (1972) dan The Godfather Part II (1974)

Film ini dianggap sebagai salah satu film terhebat sepanjang masa. Film dengan anggaran yang relatif rendah ini kemudian dilanjutkan dengan sekuel yang lebih sukses. Film mafia "keluarga" yang penuh kekerasan ini mungkin mendapat pujian kritis, tetapi pemeran utama Marlon Brando menolak penghargaan Academy Award untuk Aktor Terbaik.

Pertimbangan Brando adalah karena penggambaran penduduk asli Amerika di Hollywood. Dia lantas mengirim Sacheen Littlefeather untuk menggantikannya dalam penghargaan tersebut, yang mengarah ke momen legendaris dalam sejarah Oscar. (Fariza Rizky Ananda)

Sumber: BBC
Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers