web analytics
  

Remaja 18 Tahun Tak Bisa Berjalan Akibat Kecanduan Minum Boba

Senin, 17 Agustus 2020 05:07 WIB M. Naufal Hafizh
Gaya Hidup - Sehat, Remaja 18 Tahun Tak Bisa Berjalan Akibat Kecanduan Minum Boba, Boba,Kesehatan,Cina,Lumpuh

[Ilustrasi] Minuman boba banyak memakan korban. (Pixabay/HIROAKI KANEDA)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Seorang remaja 18 tahun asal Cina harus menjalani perawatan di rumah sakit setelah terlalu banyak minum milk tea dengan boba.

Remaja itu berasal dari kota Foshan di provinsi selatan Cina, Guangdong dilarikan ke rumah sakit terdekat setelah mengalami rasa sakit dan peradangan serius pada persendian tangan serta kakinya.

Remaja itu mengaku mengonsumsi minuman boba setidaknya satu gelas sehari sebelum dirawat di rumah sakit karena gejala gout atau radang sendi. Satu gelas minuman boba sendiri mengandung kadar gula tinggi.

Dampaknya, dia mendadak tidak bisa menggerakkan tangan dan kakinya. Dia seolah berubah menjadi batu karena tidak bisa berdiri diakibatkan penumpukan kristal di persendiannya.

Gambar yang diperlihatkan rumah sakit menunjukkan jari-jari di kedua tangannya membengkak beberapa kali dari ukuran normal.

"Ketika pasien tiba, dia mengalami encok di keempat anggota tubuhnya yang berarti sudah tidak bisa berjalan," kata rheumatologist residen Rumah Sakit Zheng Shaoling dikutip dari News.com.au.

Dokter pun menjelaskan bahwa radang sendi biasanya muncul dengan gejala berupa rasa sakit, kemerahan, pembengkakan pada persendian, dan kadar asam urat remaja yang sangat tinggi.

"Kami memberinya obat anti-inflamasi dan berhasil mengurangi angka asam uratnya sekitar setengah," kata dokter yang menaganinya.

Setelah beberapa perawatan medis, remaja itu perlahan mulai bisa menggerakkan kakinya, berdiri, dan berjalan. Namun, tim medis masih perlu memantau kondisinya.

Sebelumnya, boba yang berasal dari tepung tapioka dilaporkan memicu sejumlah masalah kesehatan. Seorang remaja Cina lain yang kecanduan minuman boba pun mengalami koma selama 5 hari setelah gagal mengendalikan kebiasaannya.

Ada pula gadis dari Shanghai yang beratnya 125 kg dilarikan ke rumah sakit akibat kebiasaan konsumsi minuman boba. Dia pun harus menjalani perawatan menggunakan ventilator dan hemodialisis. Bahkan kadar gula darahnya 25 kali lebih tinggi dari biasanya.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers