web analytics
  

Sejarah Bendera Pusaka, Sang Saka Merah Putih Pertama yang Dikibarkan

Senin, 17 Agustus 2020 01:34 WIB M. Naufal Hafizh
Umum - Pendidikan, Sejarah Bendera Pusaka, Sang Saka Merah Putih Pertama yang Dikibarkan, bendera,merah putih,sejarah,sejarah bendera pusaka,17 Agustus 1945

Bendera pusaka merupakan simbol negara Indonesia yang pertama kali dibuat dan dikibarkan. Walaupun sudah tidak digunakan, bendera ini masih disimpan dan dirawat sebagai salah satu aset sejarah yang penting. (Unsplash.com/Nick Agus Arya)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Masyarakat Indonesia tidak aneh lagi dengan upacara karena rutin dilakukan, baik upacara setiap Senin maupun insidental seperti ketika perayaan HUT RI. Inti rangkaian upacara adalah penaikkan bendera merah putih pada sebuah tiang. Karenanya, bendera merah putih menjadi benda terpenting dalam rangkaian upacara tersebut.

Bendera merah putih merupakan salah satu simbol negara Indonesia. Bendera pusaka merupakan sebutan bagi bendera merah putih pertama yang dibuat dan dikibarkan.

Bendera pusaka dijahit oleh Fatmawati, istri Ir Soekarno, ketika mengandung Guntur Soekarnoputra. Lebih jelasnya mengenai sejarah bendera pusaka tersebut ditulis oleh Fatmawati sendiri dalam bukunya yang berjudul Catatan Kecil Bersama Bung Karno, Volume 1, yang terbit tahun 1978.

Dalam buku tersebut, Fatmawati bercerita mengenai cara dia mendapatkan kain merah dan putih untuk bendera pusaka tersebut. Pada Oktober 1944, ketika kandungan Fatmawati 9 bulan, datang seorang perwira Jepang membawa kain dua blok, satu warna merah dan satu lagi warna putih.

Fatmawati pun menjahit dua kain tersebut menggunakan mesin jahit tangan secara manual. Setelah diusut, ternyata perwira yang membawa kain tersebut adalah Chairul Basri. Dia mendapatkannya dari Hitoshi Shimizu, kepala Sendenbu (Departemen Propaganda).

Bendera pusaka tersebut pun dikibarkan pertama kali pada hari proklamasi kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945. Bendera merah putih tersebut dinaikkan Suhud dan Kapten Latief Hendraningrat, di kediaman Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta, yang saat ini menjadi kompleks Taman Proklamasi.

Sempat digunakan setiap tahunnya ketika upacara peringatan HUT RI di Istana Negara, namun karena kualitasnya semakin rapuh, bendera pusaka tidak lagi digunakan sejak 1968. Bendera replika yang terbuat dari sutra pun menggantikan bendera pusaka tersebut.

Bendera pusaka saat ini disimpan di Monumen Nasional (Monas) sejak 20 Mei 2007, setelah sebelumnya disimpan di Istana Negara. (Fariza Rizky Ananda)

Sumber: Historia
Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers