web analytics

Harga Komoditas Pertanian Anjlok, Pemprov Jabar Diminta Turun Tangan

clockMinggu, 16 Agustus 2020 21:11 WIB userTri Junari
Bandung Raya - Ngamprah, Harga Komoditas Pertanian Anjlok, Pemprov Jabar Diminta Turun Tangan, Harga Pertanian Anjlok,DPRD Jawa Barat

Sayuran di Lembang. (Ayobandung.com)

CIPONGKOR, AYOBANDUNG.COM -- Harga sejumlah komoditas pertanian ditengah masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Jawa Barat anjlok. Pemerintah Provinsi Jawa Barat diminta melakukan langkah strategis agar nilai jual komoditas pertanian kembali normal.

Anggota DPRD Jawa Barat Fraksi Partai Golkar, Edi Rusyandi mengatakan, berdasar data yang dihimpun dari sejumlah pasar induk dan juga keluhan petani. Nyaris semua harga penjualan komoditas pertanian seperti burkol, timun, jamur, acar, brukoli, lejet, paprika, tomat bahkan kangkung anjlok.

Ia mencatat Burkol dari Rp6ribu jadi Rp1.000, ketimun Rp5.000 jadi Rp 1.000, Jamur Rp12ribu hanya Rp5 ribu, Acar Rp 2500-5000 jadi Rp500,  Brukoli dari Rp9.000-15.000 hanya Rp2500, Lejet asalnya Rp 600-1000 hanya Rp 200/biji.

Kemudian Paprika merah biasanya Rp35 ribu-50 ribu jadi Rp25.ribu/kg, Paprika kuning Rp40 ribu-50 ribu, hanya Rp25 ribu/kg, Paprika hijau Rp30 ribu-40 ribu hanya 20 ribu/kg terakhir Tomat biasanya Rp5ribu-7 ribu hanya 1500/kg.

"bahkan kangkung ada yang tidak terjual oleh petani," katanya, Minggu (16/8/2020).

Menyikapi hal itu, Edi yang juga menjabat Wakil Ketua PW Ansor Jawa Barat mendorong Pemprov Jabar harus turun tangan memberikan solusi atas permasalahan anjloknya harga komoditas pertanian ini. 

"Kita melihat selama masa pandemi ini, belum tampak hadirnya pemprov jabar terhadap nasib para petani," sebutnya.

Padahal, Edi menilai sektor pertanian Jabar dibilang cukup tangguh menghadapi pandemi ini dan berkontribusi menjaga pertumbuhan ekonomi ditengah lumpuhnya sektor yang lain, sektor pertanian hanya terkoreksi 0,9 %. Berbeda jauh dengan sektor jasa dan manufaktur yang mengalami persentase penurunan pertumbuhan hingga 7,2% menjadi 2,4 %. 

"Kondisi anjloknya harga pertanian ini menurut saya salah satunya disumbang kelirunya skema bansos berupa sembako yang merusak pasar petani. Lain halnya jika dengan skema tunai, daya beli masyarakat akan relatif terjaga. Belum lagi ditambah dengan adanya PSBB. Sehingga ini menjadi efek domino. Ini dampaknya cukup serius dirasakan oleh petani dan buruh tani," terangnya.

Untuk mengembalikan nilai jual produk pertanian, Pemprov Jabar harus segera membuat program yang fokus untuk sektor pertanian dan memperhatikan nasib para petani dari Pemprov Jabar. Ada rumusan yang jelas kaitannya dengan kebijakan ketahanan pangan dimasa AKB dan pasca pandemi ke depan. 

"Ini juga bagian dari proses recovery ekonomi. Karena jika tidak diantisipasi, akan beresiko terhadap kondisi pangan di Jawa Barat. Jika hari ini petani merugi, dan mereka menunda masa tanam jelas akan menimbulkan kelangkaan pangan, nanti bagaimana? Apalagi hari ini kita akan menghadapi musim kemarau, tentu para petani ini butuh biaya lebih. Jika masa tanam ditunda, bisa rumit dan bukan tidak mungkin akan mengakibatkan krisis pangan," tandasnya.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Hengky Kurniawan Imbau Warga KBB Waspada Potensi Bencana akibat Cuaca...

Ngamprah Kamis, 5 Agustus 2021 | 18:00 WIB

Hengky Kurniawan meminta masyarakat mewaspadai cuaca ekstrem menjelang musim kemarau.

Bandung Raya - Ngamprah, Hengky Kurniawan Imbau Warga KBB Waspada Potensi Bencana akibat Cuaca 'Labil', Hengky Kurniawan,Warga,KBB,potensi bencana,Cuaca,Kabupaten Bandung Barat

Diterjang Arus Sungai Citarum, Jembatan di KBB Putus

Ngamprah Kamis, 5 Agustus 2021 | 17:35 WIB

Bagian tengah jembatan itu rusak akibat terbawa arus Sungai Citarum.

Bandung Raya - Ngamprah, Diterjang Arus Sungai Citarum, Jembatan di KBB Putus, Sungai Citarum,Diterjang Arus,Jembatan,KBB,Kabupaten Bandung Barat,Cibacang

Hak Interpelasi 4 Fraksi DPRD Bandung Barat Dinilai Tak Sentuh Akar Ma...

Ngamprah Kamis, 5 Agustus 2021 | 15:58 WIB

Langkah 4 Fraksi DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengajukan hak interpelasi terkait rotasi-mutasi di lingkungan Pemda...

Bandung Raya - Ngamprah, Hak Interpelasi 4 Fraksi DPRD Bandung Barat Dinilai Tak Sentuh Akar Masalah Rakyat, Hak Interpelasi,Hak interpelasi DPRD Bandung Barat,DPRD Kabupaten Bandung Barat,Hak Interpelasi 4 Fraksi DPRD Bandung Barat

Ratusan Koin Kuno Belanda di Bandung Barat Punya Harga Jual Tinggi

Ngamprah Kamis, 5 Agustus 2021 | 12:16 WIB

Ratusan koin zaman Belanda yang ditemukan di Kampung Pangkalan RT 02 RW 09, Desa Cimanggu, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten...

Bandung Raya - Ngamprah, Ratusan Koin Kuno Belanda di Bandung Barat Punya Harga Jual Tinggi, Koin kuno Belanda,penemuan koin kuno Bandung Barat,peninggalan belanda Bandung Barat,peninggalan Belanda

Lokasi Pemadaman Listrik Wilayah Bandung Barat 5 Agustus 2021

Ngamprah Kamis, 5 Agustus 2021 | 09:36 WIB

Sejumlah wilayah di unit layanan pelanggan Cililin terkena pemadaman listrik bergilir pada Kamis, 5 Agustus 2021. PLN UP...

Bandung Raya - Ngamprah, Lokasi Pemadaman Listrik Wilayah Bandung Barat 5 Agustus 2021, pemadaman listrik Cililin,jadwal pemadaman listrik Bandung Barat,Padam listrik Bandung Barat,Gangguan jaringan listrik Bandung Barat,PLN Cimahi

Tren Kasus Covid-19 Bandung Barat Terus Turun, BOR Sentuh 39%

Ngamprah Rabu, 4 Agustus 2021 | 16:04 WIB

Perkembangan penanganan Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat mengalami peningkatan cukup signifikan. Hal tersebut terliha...

Bandung Raya - Ngamprah, Tren Kasus Covid-19 Bandung Barat Terus Turun, BOR Sentuh 39%, BOR rumah sakit Bandung Barat,Hengky Kurniawan,Update Covid-19 Bandung Barat,Informasi Covid-19 Bandung Barat,Data Covid-19 Bandung Barat,Covid-19 Bandung Barat

Ratusan Koin Kuno Belanda di Bandung Barat Diduga Sengaja Disembunyika...

Ngamprah Rabu, 4 Agustus 2021 | 15:47 WIB

Ratusan koin kuno zaman kolonial Belanda yang ditemukan sejumlah warga Pangkalan Hilir, RT 02, RW 09, Desa Cimanggu, Kec...

Bandung Raya - Ngamprah, Ratusan Koin Kuno Belanda di Bandung Barat Diduga Sengaja Disembunyikan, Koin kuno Belanda,penemuan koin kuno Bandung Barat,koin belanda,peninggalan Belanda,peninggalan belanda Bandung Barat

Butuh Biaya Pengembangan Wisata, Warga Cimanggu Akan Jual Ratusan Koin...

Ngamprah Rabu, 4 Agustus 2021 | 15:04 WIB

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Pangkalan Hilir, RT 02, RW 09, Desa Cimanggu, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Ba...

Bandung Raya - Ngamprah, Butuh Biaya Pengembangan Wisata, Warga Cimanggu Akan Jual Ratusan Koin Kuno Belanda, Koin kuno Belanda,penemuan koin kuno Bandung Barat,wisata air panas Bandung Barat,Pokdarwis Pangkalan Hilir

artikel terkait

dewanpers
arrow-up