web analytics
  

AP II Optimistis Bisa Angkut 40 Juta Penumpang

Minggu, 16 Agustus 2020 17:33 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Gaya Hidup - Wisata, AP II Optimistis Bisa Angkut 40 Juta Penumpang, PT Angkasa Pura II,Penumpang Pesawat

Penumpang Pesawat. (Irfan Al-Faritsi)

CICENDO, AYOBANDUNG.COM -- PT Angkasa Pura II (persero) menargetkan bisa mengangkut penumpang hingga 40 juta pada tahun ini meski industri penerbangan sedang terpuruk akibat pandemi corona.

Presiden Direktur PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin menyampaikan, keyakinan tersebut setelah perseroan melihat pergerakan penumpang maupun pesawat pada Juli dan Agustus yang terus meningkat.

Awaluddin menyampaikan, pada Juli 2020, 1,5 juta penumpang sudah terjadi di AP II. Pada saat itu, ada perputaran uang sekitar Rp1,9 triliun lantaran dara pergerakan uang dari mulai pembelian tiket, penggunaan trasnportasi umum, pembelian oleh-oleh, okuvansi penumpang makan dan minum yang membelanjakan uang di bandara. 

"Kita sejauh ini ingin mengambil direct impact dulu karena konteks pemulihan ekonomi. untuk percepatan pertumbuhan ekonomi ini salah satunya penerbangan dibuka, okuvansi jalan, perekonomian sekitar bisa pulih lagi. Ini adalah pergerakan yang kita ingin dorong," kata Awaluddin dalam konferensi pers di Bandara Husein Sastranegara Bandung, Minggu (16/8/2020).

Awaluddin menyampaikan, PT Angkasa Pura II memiliki tiga skenario sampai akhir tahun 2020. Pertama, Best scenario yakni AP II bisa mengangkut penumpang hingga 40 juta sampai 31 Desember 2020; kedua, Bad Scenario di mana AP II mengangkut penumpang hanya kurang lebih 35 juta; dan ketiga, Worst Scenario yakni AP II hanya melayani pengangkutan penumpang untuk 30 juta.

"Januari sampai Maret atau quartal 1, kita sudah dapat 20 juta, meski di Maret cuman 5 juta penumpang dan April tak ada penerbangan sama sekali. Tapi, pas Juni, Juli, mulai membaik, Agustus kian positif. Prediksi saya, kalau melihat setelah jalan dua bulan, Juli dan Agustus saya optimistis track best skenario tercapai bisa tercapai," katanya.

Karena itu, Awaluddin mengajak semua pihak bersama-sama untuk menghidupkan kembali pariwisata dan meyakinkan masyarakat bahwa melakukan penerbangan di masa pandemi aman selama menerapkan protokol kesehatan dengan benar.

"Kami ingin menjaga industry colaboration ini bisa berjalan positif. Ini yang terus kita dorong dalam konsep melakukan komunikasi kepada publik bahwa terbang itu aman selagi mengikuti protokol kesehatan," katanya. 

"Kita juga ingin menyakinkan bahwa akhirnya ada rasa aman dari penumpang untuk membangun trust and confident. Terlebih kebutuhan masyarakat untuk terbang itu mulai meningkat dan penanganan kesehatan juga mulai membaik sehingga masyarakat tidak takut lagi," ujarnya.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers