web analytics
  

Pemerintah Siapkan Rp 11 Triliun di Proyek Padat Karya Untuk Korban PHK

Minggu, 16 Agustus 2020 15:39 WIB
Umum - Nasional, Pemerintah Siapkan Rp 11 Triliun di Proyek Padat Karya Untuk Korban PHK, Proyek Padat Karya,Korban PHK

Proyek Padat Karya. (Antara)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Jumlah karyawan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena dampak dari pandemi Covid-19 mencapai 2,1 juta orang. Pemerintah mengklaim bakal menyiapkan lapangan pekerja bagi mereka yang terkena PHK.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan berbagai kementerian akan menyiapkan proyek yang bisa menampung banyak orang atau padat karya. Dana yang disiapkan untuk menjalankan program ini mencapai Rp 11 triliun.

"Program yang diupayakan oleh pemerintah adalah padat karya, yang terbesar ada di kementerian PUPR, kurang lebih Rp 11 triliun alokasi untuk program ini," ujar Ida di gedung BP2MI, Jakarta Selatan, Minggu (16/8/2020).

Ida mengatakan program padat karya akan dijalankan berbagai Kementerian seperti Kemendes PDTT, Kemenaker, Kemenbub, dan lainnya. Namun yang paling besar dan menampung pegawai yang di PHK ada di Kementerian Pembangunan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Jadi teman-teman yang kehilangan pekerjaan untuk sementara waktu bisa mendapatkan melalui program-program padat karya," jelasnya.

Dana itu disebutnya akan digunakan untuk membuat berbagai proyek yang dijalankan tahun 2020. Saat rekrutmen karyawan, Kementerian terkait sudah diminta untuk fokus memberikan jatah pekerja kepada karyawan yang kena PHK.

"Memang refocusing dilakukan program-program yang ada di Kemenaker pada akhirnya memang diprioritaskan untuk menuntaskan, membantu teman-teman yang di-PHK dan dirumahkan," katanya.

Ia menjelaskan, proyek Kementerian PUPR sendiri sudah bisa menampung 600 ribu lebih orang yang kena PHK.

"Kementerian PUPR itu ada 600 ribu (kuota pekerja). Kemudian di Kemenaker 250-an ribu dengan berbagai program yang kita refocusing. tahun ini," pungkasnya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers