web analytics
  

Unair Temukan Kombinasi Obat Covid-19 Pertama di Dunia

Minggu, 16 Agustus 2020 14:48 WIB
Umum - Nasional, Unair Temukan Kombinasi Obat Covid-19 Pertama di Dunia, obat,Virus Corona,COVID-19

Ilustrasi (PxHere)

SURABAYA, AYOBANDUNG.COM -- Kombinasi obat Covid-19 temuan Universitas Airlangga (Unair) telah masuk tahap izin produksi dan izin edar. Kombinasi obat Covid-19 yang ditemukan peneliti Unair lewat kerja samanya dengan Badan Intelijen Negara (BIN), TNI AD, dan BPOM tersebut bahkan disebut-sebuta sebagai obat Covid-19 pertama di dunia.

Rektor Unair Prof Nasih menjelaskan, obat tersebut merupakan kombinasi dari berbagai macam obat, namun oleh BPOM dianggap sebagai sesuatu yang baru.

Petugas medis Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu mengambil sampel lendir warga saat tes Swab di Terminal Pasar Minggu, Jakarta.

Petugas medis Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu mengambil sampel lendir warga saat tes Swab di Terminal Pasar Minggu, Jakarta.

"Tentu karena ini akan menjadi obat baru dan diharapkan ini akan menjadi obat Covid-19 pertama di dunia," kata Nasih di Surabaya, Ahad (16/8).

Untuk mempercepat proses rilis kombinasi obat tersebut, Nasih meminta TNI, Polri, BIN, IDI, Ikatan Apoteker Indonesia, Kimia Farma, serta Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, bahu membahu dan membuang ego sektoral masing-masing. Sehingga, temuan tersebut bisa dikembangkan dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

"Menurut hemat kami, yang selama ini menghambat proses pengadaan obat asli Indonesia itu adalah adanya ego sektoral. Hal itu yang selama ini menyebabkan prosesnya panjang," ujarnya.

Nasih menjelaskan, obat Covid-19 yang ditemukan merupakan campuran dari berbagai macam obat tunggal yang telah diberikan kepada pasien Covid-19 di berbagai belahan dunia. Kesimpulannya, terdapat tiga kombinasi obat yang ditemukan Unair dan telah melaksanakan uji klinis. Pertama yaitu Lopinavir/Ritonavir dan Azithromycin. Kedua, Lopinavir/Ritonavir dan Doxycycline. Ketiga, Hydrochloroquine dan Azithromyci.

"Awalnya lima kombinasi, kemudian ada saran untuk mengambil tiga kombinasi terbaik saja, yang dampaknya paling besar. Akhirnya kami ambil tiga tersebut karena efektivitasnya mencapai 98 persen, dan kami lakukan uji klinis dengan mengujinya secara acak di lapangan," jelas Nasih.

Dalam melaksanakan uji klinis obat kombinasi tersebut, diakuinya tim Unair tidak hanya melakukan pada satu pihak dan satu tempat saja. Nasih menegaskan, tim Unair mekakukan uji klinis pada 13 pusat penelitian di Indonesia, dan masing-masing tempat dikoordinasi oleh salah seorang dokter profesional.

"Secara keseluruhan kami hanya ada satu tim, namun di beberapa daerah kami ada beberapa kelompok yang kami sebar menjadi 13 center, karena kami melakukan uji klinis untuk obat itu," katanya.

Nasih berharap kepada pihak BPOM untuk memperlancar izin produksinya. Sehingga obat tersebut dapat diproduksi secara massal untuk kepentingan masyarakat Indonesia. "Kami sudah diminta oleh Kimia Farma dan Lembaga Biologi TNI AD untuk menjelaskan petunjuk teknis dalam memproduksi obat kombinasi tersebut. Sehingga kami berharap kepada BPOM untuk dapat memperlancar izin produksi obat tersebut," ujarnya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Andres Fatubun

terbaru

Update Covid-19 Indonesia Bertambah 3.080 Kasus Baru

Nasional Minggu, 16 Mei 2021 | 17:05 WIB

Penambahan hari ini menjadikan total akumulasi konfirmasi positif di Indonesia mencapai 1.739.750 kasus.

Umum - Nasional, Update Covid-19 Indonesia Bertambah 3.080 Kasus Baru, Update Covid-19 Indonesia,Kementerian Kesehatan (Kemenkes),3.080 Kasus Baru,total akumulasi konfirmasi positif di Indonesia,kasus harian Covid-19

Khawatir Bahaya, Distribusi Vaksin AstraZeneca Dihentikan Sementara

Nasional Minggu, 16 Mei 2021 | 14:15 WIB

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memilih bersikap waspada dan menghentikan distribusi serta penggunaan batch CTMAV547.

Umum - Nasional, Khawatir Bahaya, Distribusi Vaksin AstraZeneca Dihentikan Sementara, vaksin AstraZeneca,Kementerian Kesehatan (Kemenkes),vaksin AstraZeneca batch CTMAV547,Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI),Distribusi Vaksin AstraZeneca Dihentikan Sementara

Diserang Banjir, Warga di Kalimantan Utara Terpaksa Tinggalkan Rumah

Nasional Minggu, 16 Mei 2021 | 14:05 WIB

Warga beberapa desa di Kalimantan Utara terpaksa harus mengungsi ke tempat sanak saudara untuk sementara waktu.

Umum - Nasional, Diserang Banjir, Warga di Kalimantan Utara Terpaksa Tinggalkan Rumah, Kalimantan Utara,Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB),Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),Kabupaten Malinau,Banjir

Buntut Kasus Antigen Bekas, Semua Direksi Kimia Farma Diagnostika Dipe...

Nasional Minggu, 16 Mei 2021 | 11:21 WIB

Langkah tegas diambil Kementerian BUMN yang memecat seluruh direksi Kimia Farma Diagnostika (KFD). Langkah ini diambil s...

Umum - Nasional, Buntut Kasus Antigen Bekas, Semua Direksi Kimia Farma Diagnostika Dipecat, Penggunaan alat rapid tes antigen bekas,alat rapid test antigen bekas,Kasus Alat Tes Antigen Bekas,Menteri BUMN Erick Thohir,PT Kimia Farma Diagnostika,Direksi Kimia Farma Diagnostika Dipecat

Sederet Bukti Indonesia Tak Pernah Akui Israel sebagai Negara

Nasional Minggu, 16 Mei 2021 | 11:05 WIB

Salah satunya saat timnas sepakbola Indonesia melewatkan kesempatan untuk lolos ke kompetisi internasional Piala Dunia p...

Umum - Nasional, Sederet Bukti Indonesia Tak Pernah Akui Israel sebagai Negara, Bela Palestina,Palestina,Israel Palestina,Israel Serang Palestina,Israel,Indonesia tak akui Israel

CEK FAKTA: Tes Sederhana Bebas Covid-19 dengan Tahan Napas 10 Detik

Nasional Minggu, 16 Mei 2021 | 08:52 WIB

Beredar sebuah postingan di Facebook yang berisikan cara mendeteksi infeksi virus corona dengan mudah, sederhana, dan pr...

Umum - Nasional, CEK FAKTA: Tes Sederhana Bebas Covid-19 dengan Tahan Napas 10 Detik, tes Covid-19 tahan napas 10 detik,Hoaks Covid-19,tahan napas 10 detik,Hoaks,Cek Fakta,Ayobandung cek fakta

Kakorlantas: 1,5 Juta Orang Akan Kembali ke Jabodetabek

Nasional Minggu, 16 Mei 2021 | 06:57 WIB

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Istiono mengatakan, diperkirakan 1,5 juta orang bakal kembali ke...

Umum - Nasional, Kakorlantas: 1,5 Juta Orang Akan Kembali ke Jabodetabek, Kakorlantas Polri,Kakorlantas Irjen Pol Istiono,pemudik Jabodetabek,Lebaran 2021,Rapid Test Antigen Acak,Jabodetabek

6 Tewas Usai Perahu Wisata Terbalik di Waduk Kedung Ombo

Nasional Minggu, 16 Mei 2021 | 06:04 WIB

Koordinator Basarnas pos SAR Surakarta, Arif Sugiarto, mengatakan, penyebab terbaliknya perahu wisata tersebut lantaran...

Umum - Nasional, 6 Tewas Usai Perahu Wisata Terbalik di Waduk Kedung Ombo, Waduk Kedung Ombo,perahu terbalik Waduk Kedung Ombo,wisatawan tewas Waduk Kedung Ombo,wisatawan tenggelam Waduk Kedung Ombo

artikel terkait

dewanpers