web analytics
  

Fusion Sushi Sunda ala Sushi No Mori, Isi Karedok hingga Lotek

Minggu, 16 Agustus 2020 12:21 WIB Nur Khansa Ranawati
Gaya Hidup - Kuliner, Fusion Sushi Sunda ala Sushi No Mori, Isi Karedok hingga Lotek, Kuliner Bandung,Sushi,Kuliner,Restoran di Bandung

Menu-menu sushi fusion di Sushi No Mori. (ayobandung/Nur Khansa)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Menu sushi fusion telah marak dijumpai di berbagai restoran di Kota Bandung, mulai dari memadukan mozarella hingga aneka daging untuk menghasilkan citarasa sushi yang baru. Namun, pernahkah Anda mencicipi sushi dengan isian makanan khas Sunda?

Di Sushi No Mori, menu yang nampak tidak memiliki irisan tersebut berhasil diolah menjadi suguhan yang unik. Pada 17 Agustus nanti, restoran yang terletak di Jalan L.L.R.E Martadinata Bandung ini akan meluncurkan jajaran menu Sundanese Sushi, perpaduan antara sushi gaya Jepang dengan kuliner Sunda yang mengedepankan aneka sayuran sebagai isian.

Direktur Sushi no Mori, Angga Nugraha Iswan mengatakan, ia ingin mencoba membuat sushi lebih populer dan banyak digemari warga Bandung. Untuk itu, ia terinspirasi untuk mencoba berbagai olahan masakan Sunda yang cocok untuk digabungkan sebagai sushi.

"Kami melalui proses trial dan error yag cukup lama. Sushi itu yang penting jenis nasi dan nori-nya. Sudah banyak fushion sushi yang berbeda dengan sushi tradisional, dan kenapa tidak menggabungkan 2 kultur yang berbeda. Ada peluang di situ," ungkapnya ketika ditemui di Sushi no Mori belum lama ini.

Selain olahan sushi, perpaduan citarasa Jepang dan Sunda juga dihadirkan pada menu minuman dan dessert seperti campuran green tea dan peyeum juga susu, peyeum dan sirup Tjampolay. Minuman tersebut disajikan oleh kedai Kopi Kohi yang juga berada dalam satu lokasi bersama Sushi No Mori.

Menu-menu sushi fusion tersebut meliputi sushi pencok leunca, sushi pencok kacang panjang, sushi ulukutek leunca, sushi genjer, sushi lotek, sushi ikan asin dan Shi Koneng alias sushi nasi kuning. Kecuali Shi Koneng, bahan beras yang digunakan tetaplah beras jepang agar tekstur dan citarasa Jepang-nya tetap terasa.

Ketika Ayobandung.com mencicipi sushi-sushi tersebut, citarasa Sunda dan Jepangnya saling berpadu pas dan tidak saling menonjol. Gurihnya beras jepang dan nori tetap terasa, dan olahan Sunda yang digunakan memperkaya sushi dengan rasa yang unik.

Berbeda dengan sushi pada umumnya, menu Sundanese Sushi tidak menggunakan wasabi, soyu dan bubuk cabai sebagai bumbu pelengkap. Melainkan sambal bawang dan sambal leunca, yang cocok dipadukan dengan seluruh menu sushi Sunda yang ditawarkan.

Chef Sushi No Mori, Agus Kuma mengatakan, salah satu kesulitan yang ditemui selama meramu menu-menu tersebut adalah menemukan komposisi bahan-bahan yang membuat citarasa kedua kultur makanan yang digunakan tidak saling bertabrakan. Sayur-sayuran yang dipilih dianggap sebagai menu yang paling pas digabungkan bersama sushi.

"Kesulitannya adalah mencari komposisi yang balance agar rasa tidak bertabrakan. Bahan-bahan seperti karedok leunca memang yang paling pas (untuk dijadikan sushi). Ke depannya kita akan terus berinovasi lagi,"ungkapnya.

Sementara untuk Shi Koneng, beras yang digunakan adalah beras lokal grade 1 yang dimasak menjadi nasi kuning untuk kemudian diolah menjadi sushi. Namun, menu ini disebut masih dalam pengembangan.

"Kami mencari sweet spot-nya, bagaimana agar nasi kuning tidak hilang rasanya ketika diberi rice vinegar untuk sushi," ungkapnya.

Restoran ini buka setiap pukul 12.00-20.00 setiap harinya. Seluruh pengunjung yang datang wajib mentaati protokol kesehatan yang telah diterapkan.

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers