web analytics
  

Korban Keracunan Massal di Gunung Halu Berangsur Membaik

Sabtu, 15 Agustus 2020 12:57 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Ngamprah, Korban Keracunan Massal di Gunung Halu Berangsur Membaik, Berita Bandung Barat,Gunung Halu,RSUD Cililin,Keracunan Massal

korban dugaan keracunan hidangan pernikahan saat menjalani perawatan di RSUD Cilili. (Ayobandung.com/Tri Junari)

GUNUNG HALU, AYOBANDUNG.COM -- Sebanyak 34 warga Desa Sirnajaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terpaksa dilarikan ke puskesmas setelah pulang menghadiri pesta pernikahan.

Bahkan beberapa di antaranya harus dibawa ke rumah sakit karena kondisinya kritis. Mereka diduga keracunan usai santap makanan malam di hajatan tersebut.

Direktur Utama RSUD Cililin Achmad Okto Rudy membenarkan jika ada dua warga Desa Sirnajaya yang mengeluhkan keracunan makanan sedang menjalani perawatan.

"Informasi yang saya dapat mereka dibawa ke sini karena keracunan makanan, ada dua orang. Saat dibawa kondisinya kritis dan akam kami cek lagi hari ini," ucapnya.

Hingga Sabtu (15/8/2020) pagi, 2 orang korban kondisinya mulai berangsur membaik setelah mendapat perawatan intensif di IGD RSUD Cililin.

"Alhamdulillah mulai membaik, tidak terjadi lagi gejala muntah dan diare, masuk fase pemulihan,"katanya.

Kepala Desa Sirnajaya Suhardi menerangkan, warga yang keracunan massal itu usai pulang dari pesta pernikahan salah seorang warga di Kampung Mariuk. Semuanya mengeluhkan sakit perut, mual, kepala pusing, hingga ada yang muntah dan buang air terus menerus.

Akibat kejadian yang menimpa banyak orang di waktu hampir bersamaan, membuat keluarga panik sehingga langsung dibawa ke puskesmas.

"Totalnya ada 34 warga yang dilaporkan keracunan, mereka ada yang dibawa ke Puskesmas Gununghalu dan ada yang ke RSUD Cililin," katanya.

Dijelaskannya, pesta pernikahan salah seorang warganya tersebut digelar pada Kamis (13/8/2020). Kebanyakan yang mengalami keracunan adalah warga yang datang dan makan di malam hari.

Sementara untuk warga yang datang siang hari kondisinya tidak ada yang mengeluh sakit. Sehingga dirinya menduga keracunan itu dari hidangan makanan yang disantap malam harinya.

Dari 34 warga yang keracunan, sebanyak 32 warga dirawat di Puskesmas Gununghalu sementara 2 lagi dirujuk ke RSUD Cililin. Ini dikarenakan peralatan yang terbatas dan kondisi pasien juga kritis sehingga perlu penanganan lebih lanjut dari tim medis.

"Keduanya juga sempat kejang-kejang bahkan buang air besar terus menerus hingga sampai keluar darah," terangnya.

Belum diketahui secara pasti keracunan berasal dari makanan apa, namun dipastikan bahwa hidangan yang disajikan siang dan malam berbeda.

"Menu makanannya biasa standar hajatan, nasi dan lauk pauk daging ayam. Cuma menu yang siang dan malam hari informasinya berbeda, makanya saya akan pastikan termasuk apakah ada warga yang mengeluh sakit lagi atau tidak," ucapnya.

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel terkait

dewanpers