web analytics
  

Jurnalis Rentan Terdampak Pandemi, Berikut Upaya Organisasi Pers

Sabtu, 15 Agustus 2020 15:35 WIB Ananda Muhammad Firdaus
Umum - Nasional, Jurnalis Rentan Terdampak Pandemi, Berikut Upaya Organisasi Pers, jurnalis,wartawan,PWI Jawa Barat,IJTI Jawa Barat,AJI Bandung,COVID-19

Ilustrasi (Unsplash.com/Markus Winkler)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Kerentanan jurnalis dalam melakukan pekerjaannya di tengah pandemi dijadikan penelitian oleh Prodi Ilmu Komunikasi FKB Telkom University. Penelitian tersebut dilakukan oleh tim peneliti yang terdiri dari Reni Nuraeni, Rana Akbari, dan Abdul Fadli.

Hasil penelitian tersebut dipaparkan dalam Diskusi Daring yang bertajuk “Kerentanan Jurnalis di Masa Pandemi Covid-19 di Indonesia”, Sabtu (15/8/2020). Selain dari tim peneliti, narasumber yang hadir pada acara tersebut adalah beberapa organisasi profesi jurnalis yaitu PWI Jawa Barat, IJTI Jawa Barat, dan AJI Bandung.

Potensi kerentanan jurnalis tidak bisa dilepaskan dari relasi berikut, yaitu institusi media, jurnalis, dan stakeholder terkait terutama narasumber atau sumber berita. Dalam hal ini, perusahaan media memiliki kewajiban memastikan kesejahteraan pekerjanya, seperti keselamatan ketika meliput dan kesejahteraan sosial dan ekonominya.

Sayangnya, berdasarkan survei yang dilakukan penelitian tersebut, dari 84% jurnalis di Indonesia yang masih bekerja ketika pandemi ini, masih ada 45% dari mereka yang tidak mendapatkan dukungan keamanan standar, salah satunya pengenaan Alat Pelindung Diri (APD).

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandung Ari Syahril mengatakan, saat ini organisasi profesi jurnalis memiliki kepedulian yang besar terhadap kesejahteraan jurnalis. Bahkan diklaim lebih peduli dibanding perusahaan media itu sendiri.

“Organisasi profesi lebih aktif memberikan bantuan seperti APD dan pembuatan protokol kesehatan, kalau saya lihat dari perusahaan media masih banyak yang tidak peduli, minimal dari pemberian APD saja,” ujar Ari

AJI sendiri, tidak terbatas dari Bandung saja, telah melakukan berbagai upaya dalam memastikan kesejahteraan jurnalis ketika pandemi. Secara internal, AJI melakukan penyaluran bantuan APD dan suplemen kesehatan bagi anggota dan jurnalis.

Selain itu, AJI telah membuat panduan protokol kesehatan bagi jurnalis dan mengontrol pelaksanaannya. Terakhir, AJI bersama organisasi lain, seperti PWI dan IJTI, mendorong pemerintah memberikan insentif bagi perusahaan media, seperti pemotongan pajak dan subsidi.

Menurut Hilman Hidayat, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat, kesejahteraan pekerja media bergantung kepada kemampuan perusahaan media itu sendiri dalam memenuhi hak-hak pekerjanya. Salah satu upaya PWI dalam memastikan kesejahteraan jurnalis terutama di kala pandemi ini adalah menggiatkan program verifikasi perusahaan pers,

Verifikasi perusahaan pers bakal berdampak positif bagi kesejahteraan jurnalis. Hal ini antara lain untuk mendorong perusahaan pers memenuhi hak-hak pekerja dan memastikan kesejahteraannya. Namun, Hilman menerangkan, dewasa ini, masih banyak perusahaan media yang tidak terverifikasi oleh PWI dan Dewan Pers.

“Banyak pekerja media yang akhirnya tidak terpenuhi kesejahteraannya, baik dari jaminan upah, tunjangan keselamatan, asuransi, dan lain-lain. Ketika pandemi muncul, kebobrokan ini makin terlihat jelas,” kata Hilman.

Hilman menambahkan, jangankan memberikan APD untuk jurnalis, kesejahteraan secara normatif saja banyak perusahaan media yang masih tidak bisa memenuhinya dengan baik. Hal tersebut yang menjadi tantangan yang sulit untuk dihadapi karena perusahaan media angkat tangan terhadap kewajibannya sendiri.

PWI Jawa Barat telah melakukan berbagai upaya, selain melakukan verifikasi perusahaan, yaitu seperti menyalurkan sumbangan APD dari donatur dan pemerintah kepada jurnalis dan bekerja sama dengan satgas penanganan Covid-19 untuk memantau jurnalis di lapangan yang terpapar virus.

Selain AJI dan PWI, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jawa Barat juga melakukan berbagai upaya untuk membantu para jurnalis ketika pandemi. Peran IJTI di Jawa Barat dinilai penting, mengingat Jawa Barat memiliki saluran televisi lokal terbanyak di Indonesia, yaitu 16 televisi.

Iqwan Saba Romli, Ketua IJTI Jawa Barat, mengatakan, sebagian dari 16 televisi lokal tersebut terseok-seok karena pandemi. Hal tersebut yang mendorong IJTI untuk sigap melakukan berbagai upaya, di antaranya menyalurkan APD dan suplemen kesehatan bagi 350 anggota IJTI di Jawa Barat.

Selain itu, IJTI Jawa Barat berdiskusi dengan Profesor Dedi Mulyana mengenai model kebutuhan dan urgensi yang harus dilakukan untuk membantu kesejahteraan jurnalis televisi, dan terakhir membuat posko krisis pandemi yang memantau pelaksanaan protokol kesehatan jurnalis televisi dan evaluasi secara berkala. (Fariza Rizky Ananda)

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

terbaru

Ini Permintaan Maaf Jokowi Karena Larang Mudik Lebaran

Nasional Jumat, 16 April 2021 | 20:47 WIB

Ramadan dan Idulfitri 1442 Hijriah/2021 masih dilalui umat muslim di tengah pandemi sehingga upaya pencegahan penyebaran...

Umum - Nasional, Ini Permintaan Maaf Jokowi Karena Larang Mudik Lebaran, Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Covid-19 di Indonesia Bertambah 5.363 Kasus Baru

Nasional Jumat, 16 April 2021 | 20:25 WIB

Penambahan hari ini menjadikan total akumulasi konfirmasi positif di Indonesia mencapai 1.594.722 kasus.

Umum - Nasional, Covid-19 di Indonesia Bertambah 5.363 Kasus Baru, kasus baru Covid-19,total akumulasi konfirmasi positif di Indonesia,Pandemi Covid-19,Indonesia

Jumlah UMKM Naik Kelas Masih Sangat Kecil

Nasional Jumat, 16 April 2021 | 17:02 WIB

Jumlah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang naik kelas masih sangat kecil. Sebab itu, pemerintah tengah berusaha...

Umum - Nasional, Jumlah UMKM Naik Kelas Masih Sangat Kecil, UMKM Naik Kelas,Menkop UKM Teten Masduki,UMKM,KUR

BPOM Tak Beri Izin Uji Klinis Lanjutan Vaksin Nusantara

Nasional Jumat, 16 April 2021 | 16:48 WIB

BPOM Tak Beri Izin Uji Klinis Lanjutan Vaksin Nusantara

Umum - Nasional, BPOM Tak Beri Izin Uji Klinis Lanjutan Vaksin Nusantara, vaksin nusantara,vaksin nusantara terawan,vaksin nusantara dihentikan,penelitian vaksin nusantara,penelitian vaksin nusantara dihentikan,Kepala BPOM RI Penny K. Lukito,BPOM

Target Vaksin 70 Juta Jiwa Sampai Juli Dianggap Tidak Realistis

Nasional Jumat, 16 April 2021 | 15:18 WIB

Pakar Epidemiologi dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menilai target Presiden Joko Widodo (Jokowi) memva...

Umum - Nasional, Target Vaksin 70 Juta Jiwa Sampai Juli Dianggap Tidak Realistis, Target Vaksinasi Nasional,target vaksinasi,Target Vaksinasi Covid-19,Presiden Jokowi,Target vaksinasi jokowi,target vaksin,Vaksin Covid-19,vaksin corona,Vaksinasi Covid-19

Habib Rizieq Selesaikan Pendidikan Doktor dari Balik Penjara

Nasional Jumat, 16 April 2021 | 13:22 WIB

Habib Rizieq Shihab (HRS) akhirnya menyelesaikan Program Doktoral di Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) dari balik j...

Umum - Nasional, Habib Rizieq Selesaikan Pendidikan Doktor dari Balik Penjara, Habib Rizieq Shihab,Habib Rizieq Shihab Pendidikan Doktoral,Pendidikan Doktor Habib Rizieq Shihab,Habib Rizieq

Ada Layanan Derek Gratis, Jangan Panik Mobil Mogok di Jalan Tol

Nasional Jumat, 16 April 2021 | 13:15 WIB

Ada syarat dan ketentuan berlaku bila pemilik kendaraan mendapatkan layanan gratis tersebut.

Umum - Nasional, Ada Layanan Derek Gratis, Jangan Panik Mobil Mogok di Jalan Tol, jalan tol,Layanan Derek Gratis,Mobil Mogok di Jalan Tol,Jasa Marga

Pakar Wanti-wanti Masyarakat yang Maksa Mudik

Nasional Jumat, 16 April 2021 | 13:11 WIB

Pelarangan mudik saat pandemi Covid-19 dinilai sebagai langkah yang tepat. Pasalnya, jika memaksakan mudik di saat kondi...

Umum - Nasional, Pakar Wanti-wanti Masyarakat yang Maksa Mudik, memaksakan mudik,pelarangan mudik,kebijakan pelarangan mudik lebaran,Pandemi Covid-19,lonjakan kasus positif,Penularan Covid-19,potensi penularan covid-19,memaksakan diri untuk mudik

artikel terkait

dewanpers