web analytics
  

Larangan Merokok Berumur 500 Tahun di Makam Syaikh Abdul Muhyi

Sabtu, 15 Agustus 2020 13:54 WIB Irpan Wahab Muslim
Umum - Regional, Larangan Merokok Berumur 500 Tahun di Makam Syaikh Abdul Muhyi, larangan merokok,Berita Tasikmalaya,Berita Jawa Barat,Syaikh H Abdul Muhyi

Plang larangan merokok di area Makam Syaikh H Abdul Muhyi Pamijahan di Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Jika Anda perokok dan berkunjung ke Makam Syaikh H Abdul Muhyi Pamijahan di Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, rokok yang Anda pegang harus segera dimatikan. Bukan tanpa sebab, pasalnya larangan merokok di kawasan ini sudah menjadi adat. Bahkan disebut sudah 500 tahun lamanya.

Larangan merokok itu, berlaku dari jarak sekitar 150 meter sebelum makam Syaikh H Abdul Muhyi. Di lokasi itu, siapapun pengunjung termasuk masyarakat setempat dilarang untuk merokok. Meski tidak tertulis secara aturan resmi, warga sekitar menganggap larangan itu sebagai hukum adat.

Kasepuhan Pamijahan, Endang Azidin menuturkan, larangan tersebut muncul dari perkataan Syaikh H Abdul Muhyi saat masih ada. Beliau melarang siapapun yang ingin menimba ilmu maupun yang akan berziarah untuk meninggalkan rokok.

"Larangan dari kanjeng wali, karena beliau tidak suka merokok. Beliau menganjurkan kepada pengunjung untuk meninggalkan merokok," kata Endang kepada Ayotasik.com belum lama ini.

Dari ucapan sang syaikh, kata Endang, seluruh masyarakat di sekitar makam dan pengunjung dilarang merokok untuk batas-batas tertentu area pemakaman. Warga dan pengunjung pun selama ini menaati aturan.

"Kalaupun warga di sini ingin merokok pasti ke luar komplek dulu. Karena kalau melanggar takut kualat kalau kata bahasa Sunda mah," ujar Endang.

Eman Sulaeman, seorang warga sekitar menuturkan bahwa dirinya seorang perokok berat, namun adat di kampungnya membuatnya selalu patuh. Saat keinginan merokok muncul, jarak sekurang-kurangnya seratus meter atau jarak ke tempat tak berlaku larangan merokok harus ia tempuh.

"Saya harus taat. Kami di sini warga semuanya taat," ujar Eman. 

Sumber: Ayotasik.com
Editor: Ananda Muhammad Firdaus
dewanpers