web analytics
  

Terimbas Pandemi, Tempat Sirkus Ini Malah Jual Kotoran Singa

Sabtu, 15 Agustus 2020 12:51 WIB Ananda Muhammad Firdaus
Gaya Hidup - Wisata, Terimbas Pandemi, Tempat Sirkus Ini Malah Jual Kotoran Singa, berita internasional,Virus Corona,Pandemi Covid-19,Hiburan

ilustrasi (Pixabay)

MUNICH, AYOBANDUNG.COM -- Pandemi Covid-10 membuat pengusaha hiburan, seperti The Krone Circus di Munich, Jerman, tidak bisa menggelar pertunjukkan karena larangan otoritas setempat. 

Selain mereka kebingungan tak mendapat pundi uang sama sekali, mereka tetap harus memberi makan hewan-hewannya setiap hari, hal ini tentu saja jadi beban.

Para pengelola sirkus itu pun memutar otak mencari cara untuk bertahan. Mereka akhirnya mencoba menjual setoples yang berisi kotoran dari 26 singa seharga 5 euro atau setara Rp88 ribu rupiah.

Ide ini mulanya hanya akan jadi lelucon ini dengan maksud ingin membuat orang tertawa. Tapi siapa sangka, toples berisi kotoran itu menjadi populer, bahkan membuat sirkus tersebut akhirnya mendirikan toko kecil untuk menjualnya.

Toko ini akhirnya dibuka setiap hari, dan kotoran itu bisa dibeli sejak jam 10 pagi hingga jam 2 siang. Faktanya, mereka yang membeli tidak hanya sekedar ingin mendukung keberlangsungan sirkus dan hewan-hewannya. Tapi mereka menemukan manfaat lain dari kotoran hewan pemakan daging itu.

Seperti diberitakan Odditycentral, Sabtu (15/8/2020), ternyata kotoran singa itu, menurut testimoni pembeli, berguna sebagai pembasmi hama yang luar biasa. Tidak hanya satu dua pembeli yang mendapatkan manfaatnya.

"Saya diberi tahu bahwa (kotoran) itu membuat kucing jauh dari perkarangan, dan bahkan kami baru tahu juga bisa membuat hewan pengerat jauh dari mobil, karena mereka mengigit semua kabel listrik," ujar Martin Lacey, seorang pawang singa.

Lantas, ide ini menjadi win-win solution, saling menguntungkan. Kotoran singa menjauhkan hewan seperti kucing dan babi hutan dari perkarangan rumah dan pihak sirkus mendapatkan pemasukannya.

Tapi nampaknya, keberuntungan pihak sirkus ini akan segera berakhir karena aktivis pecinta hewan melihat hal ini sebagai eksploitasi hewan.

Menurut kelompok aktivis, kotoran hewan ini sudah diperiksa di laboratorium dan didapati bakteri yang sangat resisten yang bisa berbahaya bagi kesehatan manusia. Tapi menurut pihak sirkus, klaim yang dibuat kelompok aktivis itu hanyalah dibuat-buat. Menurut Martin, selama ini memang sirkus The Krone menjadi incaran karena pertunjukan hewannya.

Sumber: Suara.com
Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel terkait

dewanpers