web analytics
  

Swab Test Pegawai Negatif, RS Cibabat Kembali Dibuka

Jumat, 14 Agustus 2020 20:28 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Cimahi, Swab Test Pegawai Negatif, RS Cibabat Kembali Dibuka, RS Cibabat

RS Cibabat. (Istimewa)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Setelah sempat ditutup selama tiga hari, pelayanan medis rawat jalan, rawap inap, dan IGD di RSUD Cibabat, Kota Cimahi, kembali dibuka untuk umum mulai Jumat (14/8/2020).

Keputusan itu diambil oleh Pemkot Cimahi setelah hasil swab test massal kepada pegawai yang sempat kontak erat dengan yang positif dari perawat hingga dokter dinyatakan negatif Covid-19.

"Hasil swab test kepada sebagian besar perawat dan dokter sudah keluar dan hasilnya semua negatif. Itu jadi pertimbangan kami untuk kembali membuka pelayanan di RSUD Cibabat," kata Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna, Jumat (14/8/2020).

Ajay mengatakan, munculnya kasus positif Covid-19 di RSUD Cibabat harus menjadi pelajaran. Sebab ketika ada yang positif di institusi pelayanan publik maka dampaknya bisa sampai kepada penutupan pelayanan dan itu bisa merugikan masyarakat. 

Untuk itu dirinya meminta kepada seluruh pegawai di rumah sakit pelat merah tersebut untuk lebih menyadari pentingnya dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Itu kan tertularnya bukan dari dalam rumah sakit, tapi dari luar dan kebawa ke dalam. Ini yang harus dicermati agar jangan sampai kendor pengawasan. Kepada mereka yang positif juga semoga cepat sehat dan negatif agar dapat beraktivitas dengan normal," terangnya.

Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang RSUD Cibabat, Agustiningsih menyebutkan, dari total sekitar 1.050 pegawai yang mengikuti swab test, yang hasilnya sudah keluar sekitar 556 lebih dan merupakan pegawai prioritas. Yakni seperti dokter, perawat, dan kontak erat. Sedangkan sisanya sekitar 488 pegawai hasilnya paling lambat besok sudah bisa diketahui.

"Yang sudah keluar hasilnya adalah pegawai prioritas dan semuanya negatif. Sementara sisanya seperti tenaga penunjang yang bertugas di bagian administrasi, manajemen, dan yang tidak melakukan pelayanan langsung ke masyarakat belum keluar hasilnya," kata dia.

Menurutnya dengan pertimbangan tenaga kesehatan yang sudah dinyatakan negatif, pihaknya akhirnya memutuskan untuk membuka pelayanan secara normal. 

Untuk pencegahan agar hal serupa tidak terulang, pihaknya akan lebih memperketat protokol kesehatan kepada semua orang, baik pegawai dan pasien yang masuk ke rumah sakit.

"Pengawasan akan diperketat termasuk juga disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Kunjungan ke pasien untuk sementara waktu tidak diperbolehkan dan penunggu pasien dibatasi hanya satu orang," sebutnya.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers