web analytics
  

Belajar Jarak Jauh, KBB Kaji Penerapan Radio Frekuensi Rendah

Jumat, 14 Agustus 2020 20:13 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Ngamprah, Belajar Jarak Jauh, KBB Kaji Penerapan Radio Frekuensi Rendah, Belajar Jarak Jauh,Radio Frekuensi Rendah

Ilustrasi Gelombang Radio. (Istimewa)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Mengantisipasi lemahnya jaringan internet pada saat berlangsung pembelajaran moda daring, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat berencana akan membuat radio dengan frekuensi rendah di setiap SMP.

Kepala Dinas Pendidikan KBB, Asep Dendih mengatakan, penerapan radio frekuensi rendah dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dirasa cocok di terapkan pada wilayah blind spot atau jaringan internet lemah.

"Pembuatan radio ini sedang kita kaji. Kami berpendapat dengan radio berfrekuensi rendah sebagai solusi dalam mengatasi persoalan jaringan internet," katanya di Ngamprah, Jumat (14/8/2020).

Selain itu, upaya lain bisa saja bekerja sama dengan radio komunitas yang ada di daerah. Penggunaan radio frekuensi rendah bahkan jauh lebih hemat karena siswa tak perlu lagi mengeluarkan uang untuk membeli kuota internet.

"Pemanfaatan radio berlangsung selama pembelajaran jarak jauh diberlakukan, siswa tinggal menyetel radio mendengarkan arahan yang disampaikan guru," ucapnya.

Diakuinya, terkait dengan pembelajaran tatap muka, untuk saat ini pihaknya masih menunggu arahan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19.

"Sampai sekarang belum ada sinyal dari gugus tugas untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka secara langsung di sekolah. Kami pun tetap memperhatikan berbagai pertimbangan sebelum kebijakan itu dilakukan," tuturnya.

Ia menegaskan, pihaknya masih berpegang pada rekomendasi SKB empat menteri tentang penyelenggaraan pendidikan di tengah pandemi Covid -19.

"Bahkan  pembelajaran tatap muka harus ada izin dari orangtua siswa. Pihak sekolah, orangtua dan komite harus membuat MoU sebagai bentuk persetujuan. Jika orangtua menolak, otomatis tidak dapat dilaksanakan," paparnya.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers