web analytics
  

Puspa Guruh Sukarno Putra 2020, Misi 'Meremajakan' dari Artis Milenial

Jumat, 14 Agustus 2020 18:29 WIB M. Naufal Hafizh
Umum - Artis, Puspa Guruh Sukarno Putra 2020, Misi 'Meremajakan' dari Artis Milenial , Puspa Guruh Sukarno Putra 2020,Meremajakan,artis,Milenial

Berusia 67 tahun, Guruh dan Musica Studio bekerja sama dengan berbagai musisi untuk merilis album kompilasi lagu-lagu terbaiknya di tahun 2020. Musisi-musisi Milenial ini memiliki misi meremajakan lagu-lagu lawas sambil mempertahankan “warna” Guruh. (Galeri Wikipedia Indonesia)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM – Dinyanyikan kembali artis-artis milenial, album kompilasi Puspa Guruh Sukarno Putra 2020 sudah dirilis secara fisik maupun digital. Para artis diberikan misi penting dari Guruh: meremajakan lagu-lagu lamanya.

“(Kami) ingin melestarikan lagu-lagunya,” kata Indrawati Widjaja, produser kawakan Musica Studio. “Eh, ternyata masih didengerin.”

Berdasarkan misi pelestarian itu pun Indrawati menghubungi Guruh untuk menyampaikan gagasannya.

“Saya merasa senang, diajak membuat produksi ini,” ucap anak bungsu Soekarno itu. “Album ini terdiri dari lagu-lagu saya, bisa dibawakan kembali dengan aransemen baru, aransemen masa kini.”

Untuk merealisasikan gagasan tersebut, Indrawati dan Guruh pun mendiskusikan musisi yang terpilih untuk menyanyikan lagu-lagu Guruh.

Beberapa di antaranya, yakni Giring Ganesha, Vidi Aldiano, Afgan, Yusuf Ubay, D’Masiv, dan NOAH.

“Langsung gemeter,” ujar vokalis D’Masiv Rian, mengisahkan saat dia dihubungi Musica Studio untuk ikut berpartisipasi. “Deg-degan karena lagu ini sangat sakral.”

Lagu Lawas, Sentuhan Milenial

Untuk merealisasikan gagasan musik lintas generasi, para musisi pun memiliki “misi” untuk memberikan sentuhan milenial.

Grup band Geisha mengungkapkan, mereka menganggap cover “Keranjingan Disko” yang ditawarkan Musica dapat menjadi debut musikalitas baru untuk mereka.

“Kebanyakan orang ‘kan nganggep Geisha lagunya mellow,” tutur Roby, anggota Geisha. Lagu “Keranjingan Disko” pun Geisha bawakan dengan genre pop punk. “Sesuatu yang bener-bener baru dari Geisha.”

Selain menjadikan “Keranjingan Disko” debut gaya musik baru, Geisha pun menambah lirik baru untuk membuat lagu Guruh itu memiliki secercah warna Geisha pula.

Giring Ganesha pun membawakan lagu “Sendiri” dengan aransemen baru.

Awalnya, dia mengaku merasa tidak percaya diri apabila harus menyanyikan lagu legendaris dengan aransemen Chrisye.

“Ternyata lagunya 180 derajat beda sama Chrisye,” ujar Giring. Ia pun mengungkapkan, ia memperkirakan mendapat 500.000 views di video klip “Sendiri” dengan aransemen barunya.

Rupanya, video klip tersebut mendapatkan lebih dari 4 juta views!

“Saya langsung telepon (Indrawati Widjaja), berterima kasih,” katanya.

Namun, bukan berarti versi baru menghilangkan warna lama. Para musisi sepakat, mereka tidak ingin menghilangkan kekhasan Guruh.

Meremajakan kembali lagu ini tapi tidak menghilangkan warna aslinya,” kata Vidi Aldiano, musisi yang menyanyikan “Zamrud Khatulistiwa”.

Afgan pun setuju. Ia tetap ingin mempertahankan aura old school dari “Lenggang Puspita”.

Ariel NOAH dan Rian D’Masiv, dua personel band yang juga menulis lagu, mengungkapkan opini mereka akan aransemen baru lagu Guruh.

“Lagu ini lagu yang saya denger berulang-ulang di kaset,” ujar Rian, tertawa mengingat kenangannya. “Kami (D’Masiv) berusaha mencampur ‘Kala Surya Tenggelam’ 90-an dengan karakter D’Masiv.”

NOAH sendiri membuat hingga 3 versi “Kala Cinta Menggoda”. Namun, mereka memutuskan untuk menjaga aura sedih lagu berdasarkan liriknya.

Ariel sendiri mengungkapkan dia tidak “berani” menambah liriknya ke lagu karya Guruh tersebut.

Wah, ini bisa beda banget jadinya, mesti sang empunya yang nulis,” tutur Ariel.

Lirik-lirik Guruh memang terkenal akan diksinya yang indah, menggunakan kata-kata serapan Sanskerta, contohnya.

Setelah setahun produksi, album Puspa Guruh Sukarno Putra 2020 sudah bisa dibeli di gerai KFC. Anda pun bisa mendengarnya secara digital di portal streaming musik dan membeli versi piringan hitam di Oktober mendatang. (Farah Tifa Aghnia)

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers