web analytics
  

Cegah Penularan Corona, Inggris Uji Coba Aplikasi Pelacak Kontak

Jumat, 14 Agustus 2020 13:32 WIB M. Naufal Hafizh
Umum - Internasional, Cegah Penularan Corona, Inggris Uji Coba Aplikasi Pelacak Kontak, Aplikasi,pelacak kontak,Kesehatan,Virus Corona

[Ilustrasi] Aplikasi pelacak kontak di Inggris. (BBC)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Untuk memerangi virus corona, berbagai teknologi diciptakan. Di Inggris, dikembangkan aplikasi untuk melacak kontak atau contact-tracing. Kali ini, tengah dilangsungkan percobaan terhadap aplikasi tersebut.

Percobaan ini dilakukan hanya oleh penduduk Isle of Wight, London Borough of Newham dan beberapa relawan NHS (National Health Services). Aplikasi ini akan tersedia di online store Google dan Apple. Namun para pengguna akan membutuhkan kode untuk bisa mengaktifkannya.

Aplikasi ini akan memberitahu pengguna untuk mengisolasi diri jika terdeteksi dekat dengan orang yang didiagnosis terjangkit virus corona. Aplikasi ini juga dilengkapi dengan fungsi hitung mundur untuk mengetahui berapa lama lagi pengguna harus tinggal di rumah untuk isolasi.

Selain kedua fungsi itu, pengguna akan mendapat informasi tingkat risiko virus corona di lingkungan tempat tinggal. Kemudian, terdapat pula fitur pemindai QR Code. Pemindai ini digunakan saat pengguna berkunjung ke suatu tempat. Nantinya pengguna akan diberi tahu jika ada orang di sana yang kemungkinan positif.

Pengguna juga dapat memakai fitur pemeriksa gejala. Pengguna bisa memesan untuk tes gratis dan mendapatkan hasilnya lewat aplikasi.

Namun, pengembang mengakui masih terdapat masalah jarak. Hal ini berarti aplikasi mungkin secara keliru menempatkan beberapa pengguna sebagai orang yang berisiko tinggi.

Dalam pedoman pembatasan sosial, diharuskan menjaga jarak 2 meter satu sama lain. Sementara saat dilakukan percobaan dalam jarak itu,  31% kasus gagal dideteksi dan 45% salah menandai. Tingkat akurasi meningkat ketika dicoba pada jarak 5 meter.

Meski masih terdapat kesalahan deteksi kasus positif dan negatif dalam jarak 2 meter, tim pengembang optimistis bisa memperbaiki hal itu. Masalah lain yang harus dihadapi adalah Google dan Apple menolak untuk membagi data pengguna karena alasan privasi.

“Sementara notifikasi antarmuka pemrograman aplikasi terbaru Google dan Apple masih mengumpulkan dan mengacak data untuk alasan privasi, ini akan memaparkan lebih banyak informasi yang dibutuhkan oleh aplikasi untuk mengukur paparan dengan tepat,” kata Prof Mathias Payer dari EPFL university di Lausanne. (Putri Shaina)

Sumber: BBC
Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers