web analytics
  

Uang Bangunan SMAN 1 Cianjur Bebani Orang Tua Murid

Jumat, 14 Agustus 2020 11:39 WIB Muhammad Ikhsan
Umum - Regional, Uang Bangunan SMAN 1 Cianjur Bebani Orang Tua Murid, Berita Cianjur,Uang Bangunan Sekolah,Pendidikan,Belajar,SMAN 1 Cianjur

Ilustrasi (Ayobandung.com)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM -- Sejumlah orangtua murid SMA Negeri 1 Cianjur keberatan dengan besaran uang bangunan yang ditentukan komite sekolah. Selain karena situai pandemi Covid 19 yang membuat pemasukan orang tua berkurang, seharusnya besaran uang bangunan disesuaikan dengan kemampuan orang tua siswa.

Informasi yang dihimpun, pihak sekolah melalui komite sekolah mengeluarkan surat pernyataan sumbangan seikhlasnya. Namun ditentukan besarannya, PNS/TNI/POLRI membayar Rp 6,2 juta dan non-PNS Rp 5,7 juta.

Roni, orangtua murid kelas X SMA Negeri 1, berang dengan pihak komite sekolah. Karena saat istrinya akan membayar uang bangunan sebesar Rp 3 juta, tapi tidak diterima malah ada perkataan yang tidak pantas oleh pihak komite sekolah.

“Ternyata bukan hanya saya saja yang tidak diterima, sejumlah orangtua murid yang dihubungi mengatakan hal yang sama dengan besaran uang bangunan, apalagi seikhlasnya, artinya berapapun harus diterima,” ujar Roni pada Ayobandung.com saat ditemui di Gedung DPRD Cianjur, Jumat (14/8/2020).

Roni mengharapkan pihak sekolah maupun komite sekolah seharusnya lebih bijak di tengah pandemi Covid 19. Pasalnya situasi ekonomi saat ini serba keterbatasan.

“Tentu saja saya tersinggung sampai uang yang akan dibayar untuk dana bangunan ditolak, seharusnya lebih bijak. Malah Pak Gubernur Jawa Barat sudah meminta untuk menghilangkan pungutan,” tegasnya.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Cianjur, Agam Supriyatna menyatakan sumbangan itu diperbolehkan oleh pihak Disdikbud Jabar dengan catatan semampunya dan tidak ada paksaan.

“Kalau memang tidak mampu, bisa saja tidak perlu membayar uang bangunan. Kita tidak memaksa, sesuai kemampuan saja,” ucap Agam pada Ayobandung.com saat dihubungu melalui telepon, Jumat (14/10/2020).

Perihal adanya sumbangan besaran uang yang sudah ditetapkan, Agam mengklarifikasi bahwa besarannya harus sesuai kemampuan orangtua murid, tidak boleh ditentukan.

“Nanti saya konfirmasi dulu pada pihak komite sekolah informasi ini, yang jelas tidak boleh ditentukan, seikhlasnya saja,” tandasnya.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers