web analytics
  

Rupiah Melemah Bertepatan dengan Sidang Tahunan MPR

Jumat, 14 Agustus 2020 11:16 WIB
Bisnis - Finansial, Rupiah Melemah Bertepatan dengan Sidang Tahunan MPR, Rupiah melemah,Nilai Rupiah Turun,Nilai rupiah,Stabilitas Rupiah,Kurs Rupiah

Ilustrasi (Republika)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Nilai tukar rupiah makin melemah. Di hari yang bertepatan dengan Pidato Presiden Jokowi di Sidang Tahunan, nilai tukar rupiah melemah mendekati Rp 15.000 per dolar AS.

Mengutip Bank Indonesia (BI) kurs tengah acuan Jakarta Interbank Spot Dolar Rate/Jisdor, Jumat (14/8/2020) rupiah melemah 40 poin ke level Rp 14.917 dari posisi sebelumnya dilevel Rp 14.877.

Ini merupakan posisi terendah rupiah selama 3 minggu terakhir. Sedangkan data Bloomberg Dolar Index, rupiah pada perdagangan spot exchange juga ikutan melemah, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka tertekan ke Rp 14.799 per dolar AS. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp 14.799 hingga Rp 14.839 per dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan makin terpuruknya nilai tukar rupiah karena sentimen isu resesi yang bakal terjadi pada perekonomian nasional.

"Potensi resesi di Indonesia yang diperkirakan banyak analis menjadi faktor penekan," kata Ariston dalam analisanya.

Sementara dari eksternal, tambah Ariston, paket stimulus AS yang masih belum disetujui dan indikasi pemulihan ekonomi yang lambat juga bisa mendorong pelemahan rupiah.

"Potensi pergerakan rupiah di kisaran Rp 14.700 - Rp 14.850," ujar Aris sapaan akrabnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan peluang ekonomi Indonesia akan masuk jurang resesi memang ada. Namun dirinya tetap optimistis bahwa hal tersebut tidaklah akan terjadi.

"Kemungkinan ekonomi resesi itu memang ada saja. Tapi optimisme bahwa perekonomian akan membaik itu juga harus ada," kata Luhut.
 

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers