web analytics
  

Sering Pusing Setelah Makan? Mungkin Ini Penyebabnya

Jumat, 14 Agustus 2020 02:03 WIB M. Naufal Hafizh
Gaya Hidup - Sehat, Sering Pusing Setelah Makan? Mungkin Ini Penyebabnya, pusing,Anak Sakit Kepala,darah rendah,Obat Diabetes,Alkohol,Kesehatan

Kondisi pusing setelah makan disebut pula vertigo postprandial. (Freepik)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Apakah Anda sering mengalami pusing setelah makan? Dokter terkadang menyebut pusing setelah makan sebagai vertigo postprandial. Pusing setelah makan dapat disebabkan beberapa kondisi medis dan sensitivitas makanan.

Berikut 5 faktor yang dapat menyebabkan pusing setelah makan dan cara pencegahannya, dilansir dari Medical News Today, Kamis (13/8/2020).

1. Gula darah rendah

Gula darah biasanya naik setelah makan.

Kondisi gula darah turun setelah makan dan menyebabkan pusing disebut hipoglikemia reaktif. Penderita diabetes atau pradiabetes mungkin mengalami penurunan glukosa darah setelah makan karena tubuh memproduksi terlalu banyak insulin.

Namun, orang tanpa diabetes bisa terkena hipoglikemia jenis ini juga. Misalnya, mereka yang pernah menjalani operasi perut mungkin mencerna makanan terlalu cepat, sehingga tubuh lebih sulit menyerap glukosa.

Makan lebih sedikit dan konsumsi makanan dengan kandungan gula lebih rendah dapat membantu mengurangi pusing.

2. Tekanan darah rendah

Terkadang, tekanan darah seseorang turun secara tiba-tiba setelah makan. Dokter menyebut kondisi ini hipotensi postprandial.

Orang dengan tekanan darah tinggi lebih mungkin mengalami hal tersebut. Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan pengerasan dan penyumbatan di arteri. Perubahan ini mempersulit aliran darah ke otak saat darah juga mengalir ke sistem pencernaan. Aliran darah yang berkurang ke otak ini dapat menyebabkan pusing.

Dalam banyak kasus, mengobati tekanan darah tinggi dapat membantu. Ada beberapa penyesuaian yang bisa dicoba termasuk minum lebih banyak air sebelum makan. Kemudian makan lebih sering tetapi dalam porsi kecil, misalnya, 6 kali makan kecil daripada 3 kali makan besar.

3. Obat diabetes

Beberapa obat diabetes, termasuk insulin, dapat menyebabkan pusing jika terlalu banyak menurunkan glukosa darah. Seseorang yang meminum obat tersebut tepat sebelum makan, mungkin akan merasakan pusing setelah makan, saat obat mulai bekerja.

Penderita diabetes yang kerap mengalami pusing setelah makan harus berbicara dengan dokter mereka soal mengubah obat, seperti dosis yang lebih rendah,atau menyesuaikan jadwal makan.

4. Makanan, minuman, dan alkohol

Kepekaan terhadap makanan dapat menyebabkan beberapa orang merasa pusing atau mual. Obat-obatan dan bahan kimia tertentu, termasuk kafein dan alkohol, juga dapat menyebabkan pusing setelah makan.

Jika sering mengalami pusing setelah makan, coba perhatikan kembali makanan yang sudah dikonsumsi. Seiring waktu, mungkin ketahuan makanan atau kelompok makanan tertentu apa menyebabkan pusing.

5. Berdiri setelah duduk

Kebanyakan orang duduk untuk makan dan kemudian berdiri tidak lama kemudian. Beberapa orang mengalami penurunan tekanan darah secara tiba-tiba saat berdiri. Jika ini terjadi, masalahnya bukan pada makanannya, tetapi perubahan mendadak dari posisi duduk ke berdiri.

Hipotensi ortostatik adalah istilah medis untuk penurunan tekanan darah yang terjadi ketika seseorang berpindah dari duduk menjadi berdiri, sering disebut sebagai head rush.

Beberapa penyebab potensialnya seperti gangguan sistem saraf, dehidrasi, gula darah rendah, kehamilan, diabetes, anemia, demam, hingga masalah jantung.

Jika sering mengalaminya, sekali lagi, penting untuk menemui dokter dan memastikan tidak ada kondisi medis serius yang mendasarinya. (Ventriana Berlyanti)

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers