web analytics
  

Ketagihan Akses Berita Buruk? Begini Cara Mengatasinya

Kamis, 13 Agustus 2020 14:41 WIB M. Naufal Hafizh
Gaya Hidup - Sehat, Ketagihan Akses Berita Buruk? Begini Cara Mengatasinya, doom-scrolling,ketagihan,Berita buruk,Kesehatan,Kesehatan Mental

[Ilustrasi] Membaca berita buruk di gawai bisa menjadi kebiasaan. (unsplash/@kedard)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Pernah mendengar soal doom-scrolling? Doom-scroll adalah kebiasaan mengakses berita buruk secara terus menerus. Hal ini banyak terjadi, terutama saat pandemi.

Mengapa kebiasaan ini bisa tercipta? Sun Joo Ahn, direktur laboratorium game dan lingkungan virtual di University of Georgia menyatakan, doom scroll adalah kegiatan normal untuk mengumpulkan informasi. Orang-orang memang biasanya mencari informasi untuk bisa membuat keputusan yang tepat.

“Sayangnya, kebanyakan informasi belakangan ini adalah informasi negatif, dan kita termotivasi untuk lebih fokus pada berita negatif dan mengingatnya lebih lama karena memiliki kaitan dengan kelangsungan hidup,” tutur Sun Joo Ahn seperti yang dikutip dari Washington Post.

Ned Presnall, pekerja sosial klinis dan direktur Plan Your Recovery (sebuah pusat pengobatan adiksi) menulis, konten memang dirancang untuk memainkan emosi primitif seseorang, seperti kemarahan. Hal ini mampu mengaktifkan pusat pertahanan hidup di dalam otak.

Ahn menjelaskan, setelah membaca berita buruk, bukannya mencari informasi lain, seseorang justru terus-menerus menekan rekomendasi konten. Akhirnya algoritma membaca ini sebagai konten yang kita suka dan menyediakan informasi sejenis untuk seterusnya.

Platform yang kita akses juga memancing fenomena psikologi yang disebut otomatisitas (automaticity). Doom-scrolling akhirnya menjadi kebiasaan otomatis seseorang, yang menyebabkannya terus membaca tanpa sadar waktu. Hal ini dikatakan Anne McLaughlin, profesor dan psikolog faktor manusia North Carolina State Univerity.

Lalu bagaimana cara menghentikan kebiasaan ini? Terdapat cara simpel yang bisa dilakukan, yaitu mengubah tampilan layar menjadi grayscale untuk mencegah adiksi. Menghilangkan seluruh warna dari layar ponsel bisa membuat Anda cepat bosan dan akan segera meletakkan ponsel.

Selain itu, Anda juga bisa memperluas keragaman konten dengan mengakses berbagai jenis konten dari berbagai sumber. Dengan begitu, algoritma akan terprogram untuk menyediakan konten di luar berita buruk. (Putri Shaina)

Sumber: Whasington Post
Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers