web analytics
  

Luhut Binsar Sebut Ada Kemungkinan Indonesia Resesi

Kamis, 13 Agustus 2020 15:27 WIB
Umum - Nasional, Luhut Binsar Sebut Ada Kemungkinan Indonesia Resesi, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan,Resesi,Ekonomi & Bisnis,Investasi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. (Republika TV/Havid Al Vizki)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, Indonesia ada kemungkinan menghadapi resesi. Namun, menurutnya, bangsa Indonesia harus tetap optimistis pertumbuhan ekonomi akan kembali pulih.

"Kemarin Pak Airlangga (Menko Perekonomian) sudah bicara terkait kemungkinan kita resesi. Kemungkinan itu ada saja, tapi kita juga optimis harus ada. Kalau sekarang kita minus 5,32 persen, sekarang kita kerja keras betul-betul supaya bisa nol atau 0,5 persen plus," katanya dalam Rakerkonas Apindo virtual, Kamis (13/8/2020).

Menurut Luhut, untuk mendorong pemulihan pertumbuhan ekonomi, pemerintah mendorong belanja pemerintah, memberikan stimulus serta mendukung terealisasinya investasi domestik. Dia pun mendorong para pengusaha dalam negeri untuk tidak ragu menanamkan modalnya di Tanah Air.

"Teman-teman sekalian jangan ragu untuk investasi. Investasi saja. Kalau ada masalah beri tahu kita, kita pasti bantu," katanya.

Luhut pun mengaku masih percaya diri tren pemulihan ke depan akan lebih baik. Pasalnya, dari sisi investasi asing langsung (FDI), angkanya masih cukup tinggi. Dia juga menyebut salah satu investor bahkan telah mengumumkan investasi terbaru di bidang pengembangan baterai listrik senilai 2,6 miliar dolar AS.

"Saya sangat confidence kita ini akan tetap makin baik ke depan. Kalau ada yang tidak confidence, saya kira itu mungkin agak sakit juga," katanya.

Luhut juga mengklaim rata-rata jumlah pasien Covid-19 yang sembuh telah mencapai 65%. Tingkat kesembuhan di Bali, yang baru-baru ini kembali dibuka pariwisatanya, bahkan disebutnya telah mencapai 85%.

"Fatality rate sudah turun ke 4,5%. Saya lihat ini angkanya bagus," katanya yang percaya pemulihan ekonomi dan penanganan pandemi harus dilakukan beriringan.
 

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers