web analytics
  

Peserta Bantuan Dana UMKM Lebih Nyaman dengan Sistem Lantatur

Kamis, 13 Agustus 2020 14:16 WIB Fichri Hakiim
Bandung Raya - Bandung, Peserta Bantuan Dana UMKM Lebih Nyaman dengan Sistem Lantatur, lantatur,KUMKM,Bantuan,Virus Corona

Sistem layanan tanpa turun (Lantatur) di lokasi penyerahan berkas yang bertempat di Gedung Senbik, Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, Kamis (13/08/2020). (Ayobandung.com/Fichri Hakiim)

BUAHBATU, AYOBANDUNG.COM -- Demi mencegah kerumunan di tempat pendaftaran bantuan dana UMKM, Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) Kota Bandung membuat kebijakan baru. Kali ini, diterapkan sistem layanan tanpa turun (Lantatur) di lokasi penyerahan berkas yang bertempat di Gedung Senbik, Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, Kamis (13/08/2020). Hal ini mendapatkan respons positif dari seorang pendaftar UMKM.

"Kemarin saya ke sini aduh ampun deh penuh banget. Jadi saya balik lagi hari ini, alhamdulillah dengan sistem seperti ini lebih nyaman dan tidak saling dorong," ujar Halimah (36), warga Cikadut kepada Ayobandung.com

Kemarin Halimah datang ke Gedung Senbik sejak pukul 07.00 WIB, namun dia merasa lelah karena lokasi yang penuh sesak dan memutuskan kembali ke rumah.

"Kemarin ngantri dari jam 07.00 WIB sampai pukul 9.00 WIB pun masih ngantre, ya sudah akhirnya saya putuskan untuk pulang saja," kata Halimah.

Dia juga menuturkan, ada beberapa berkas yang harus disiapkan dan dibawa saat melakukan pendaftaran. "Fotokopi Kartu Keluarga, fotokopi KTP, surat keterangan dari kelurahan dan foto ketika kita sedang berdagang," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas KUMKM Kota Bandung Atet Dedi Handiman mengatakan, sistem lantatur dilakukan agar tidak terjadi kerumunan. "Seperti yang kita ketahui hari kemarin sangat padat para peserta yang mendaftar, kami tidak ingin hal itu terulang kembali," ujarnya.

"Kita mulai hadir pukul 05.00 WIB pagi, kemudian layanannya seperti ini diberlakukan lantatur. Sebetulnya pendaftaran online juga dibuka, tujuan lantatur ini untuk memudahkan pendaftar yang tidak punya sarana online," tuturnya.

Atet menjelaskan, sebanyak 30 personel dikerahkan dalam penerimaan berkas pendaftar. "Jadi pendaftar tidak usah parkir, cukup menyerahkan berkasnya kepada petugas kami. Ketika berkas tersebut sudah diterima oleh petugas kami, maka peserta dipersilahkan meninggalkan lokasi," Katanya.

Bantuan berupa pembiayaan senilai Rp2,4 juta bagi setiap pelaku UMKM sendiri merupakan program pemerintah pusat dari kementerian koperasi.

Bantuan tersebut bersumber dari APBD dan akan diberikan kepada 75.000 peserta UMKM di setiap kabupaten/kota. Selain itu, bantuan juga merupakan bagian dari program pemulihan ekonomi UMKM di Kota Bandung saat pandemi Covid-19.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers