web analytics
  

Guru SD di Cirebon Jadi Sasaran Tes Swab Massal

Kamis, 13 Agustus 2020 13:18 WIB Erika Lia
Umum - Regional, Guru SD di Cirebon Jadi Sasaran Tes Swab Massal, Swab massal,tes swab jabar,Tes Swab Covid-19,Berita Cirebon

Ilustrasi (Pixabay)

SUMBER, AYOCIREBON.COM -- Guru sekolah dasar (SD) di Kabupaten Cirebon akan menjadi sasaran tes usap/swab massal.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni menjelaskan, rencana tes usap massal diberlakukan bagi guru kelas 1 dan kelas 2 SD.

"September nanti akan dilaksanakan program bulan imunisasi anak sekolah (BIAS), jadi guru kelas 1 dan 2 SD yang biasanya jadi wali kelas akan menjalani tes swab," katanya.

Tes usap dipastikannya digelar sebelum pelaksanaan BIAS. Dia menyebut, dari 1.069 SD di Kabupaten Cirebon, setidaknya ada 2.138 guru yang menjadi sasaran tes usap.

Sejauh ini, pihaknya masih berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat terkait persiapan pelaksanaannya.

Rencana tes usap bagi guru sendiri beroleh dukungan hibah PCR, VTM, dan Reagen dari BNPB, Dinkes Provinsi Jawa Barat, dan Labkesda Provinsi Jabar yang telah diterima pihaknya. Pelaksanaan tes usap dikerjasamakan dengan Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon.

"Pemkab Cirebon sudah menganggarkan untuk pengadaan PCR, VTM, dan Reagen, tapi hibah dari provinsi ini membantu sehingga kami bisa melanjutkan tes usap bagi kader posyandu yang kegiatan penimbangannya berjalan Agustus ini," tuturnya.

Tes usap bagi kader posyandu akan memprioritaskan kader yang berhadapan langsung dengan balita yang ditimbang. Sedikitnya 3.000 dari 4.000 kader posyandu di Kabupaten Cirebon sudah menjalani tes usap.

Pihaknya sampai kini telah melakukan tes usap bagi hampir 10.000 warga Kabupaten Cirebon. Dia mengakui tes usap di Kabupaten Cirebon baru sekitar 50% dari target 22.000 orang atau 1% jumlah penduduk Kabupaten Cirebon sebanyak sekitar 2,2 juta jiwa.

"Kami tak akan berhenti hingga target minimal tes usap bagi 1% dari jumlah penduduk  tercapai," tegasnya.

Bantuan VTM atau Viral Transport Medium yang diterima Dinkes sendiri berjumlah 5.000 unit.

VTM merupakan media untuk membawa sampel spesimen tenggorokan orang yang menjalani tes usap. Dalam pengujian Covid-19 di Cirebon misalnya, sampel dibawa menggunakan VTM ke laboratorium FK UGJ untuk proses pengecekan.

Hibah VTM 5.000 unit kali ini sendiri diketahui merupakan kali kedua. Kali pertama otoritas penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon menerima sebanyak 3.200 unit.

Selain VTM, Pemprov Jabar pula menghibahkan mesin ekstraksi otomatis dan Reagen PCR untuk menguji spesimen hasil tes usap.

Rektor UGJ, Mukarto Siswoyo meyakinkan, bantuan tersebut dapat meningkatkan kapasitas pemeriksaan sampel tes usap di FK UGJ, terutama mesin ekstraksi otomatis.

"Proses ekstraksi sampel spesimen tenggorokan sebelumnya dikerjakan manual oleh petugas lab," ungkapnya.

Mesin ekstraksi otomatis yang diterima berkapasitas 32 sampel dan hanya membutuhkan waktu kira-kira 30 menit. Dengan pengerjaan manual, proses ekstraksi 32 sampel membutuhkan waktu hingga 1 jam.

Selain itu, bantuan alat PCR yang berkapasitas 30 sampel juga bertambah sehingga kecepatan pemeriksaannya meningkat.

"Kalau prosesnya tetap memakan waktu 4 jam, tapi kapasitasnya bertambah karena sekarang alat PCR ada 2 unit," ujarnya.

Sebelumnya, dalam sehari laboraturium FK UGJ dapat memeriksa 200-300 sampel spesimen tenggorokan. Namun, kini kapasitas pemeriksaannya bisa bertambah menjadi 500-600 sampel/hari.

Sampel spesimen tenggorokan yang diperiksa rata-rata berasal dari Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, maupun Kuningan.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers