web analytics
  

7 Cara agar Anda 'Aman' saat Jalani Percintaan

Kamis, 13 Agustus 2020 13:08 WIB M. Naufal Hafizh
Umum - Unik, 7 Cara agar Anda 'Aman' saat Jalani Percintaan, hubungan,Asmara,Kekasih,sentuhan

Ikuti 7 cara ini agar Anda tidak lagi insecure dengan hubungan cinta Anda! (Flickr/Darin Kim)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM – Insecure akan hubungan cinta itu sudah tidak jarang lagi dialami manusia. Entah karena terlalu lama melajang, pikiran yang pesimistis, dan kurangnya kepercayaan, insecure akan hubungan dapat mengganggu hubungan itu sendiri.

Berikut 7 cara yang bisa Anda latih agar Anda bisa merasa “aman” saat pacaran dengan kekasih.

1. Berhenti membandingkan diri dengan pasangan lain

Kecuali Anda membandingkan bagaimana orang lain tidak menganiaya kekasih mereka secara fisik atau emosional, atau berbagai perilaku asusila lainnya dalam hubungan, berhenti membandingkan hubungan orang!

Tentu, ketidakpercayaan diri yang muncul dari perbandingan dengan pasangan lain bisa mengganggu alur hubungan. Namun, saat Anda meyakinkan diri Anda sendiri dan orang lain hubungan Anda adalah hubungan terbaik, itu pun bisa merusak.

Saat Anda berorientasi pada orang lain, Anda akan terlalu sibuk meneliti dan membedah ceruk pasangan lain, juga rewel akan “kesempurnaan” untuk Anda sendiri.

2. Berhenti membandingkan diri dengan pasangan lain di media sosial

Bentuk perbandingan yang lebih buruk lagi, Anda membandingkan diri dan kekasih dengan pasangan-pasangan media sosial.

Menurut studi, menjelajahi linimasa media sosial lebih dari 30 menit akan mengurangi kebahagiaan setiap menitnya. Anda akan mudah insecure akan foto atau video orang lain yang bahkan belum tentu benar.

Seperti bagaimana Anda memainkan media sosial, Anda akan memilah dan menyunting foto atau video sesempurna mungkin. Selain itu, Anda juga tentu tidak akan mengunggah momen buruk ke media sosial, bukan?

Padahal, momen buruk sudah pasti terjadi di setiap pasangan. Hanya saja, Anda tidak melihatnya.

3. Lupakan hal-hal kecil

Kata-kata lebih tajam daripada pedang.

Tidak jarang, otak kita begitu keras kepala mengingat kata-kata selewat yang pernah dibaca atau diucapkan orang lain. Jangan terus-menerus membahas momen-momen kecil saat pasangan Anda berbuat salah atau mengganggu Anda.

Kecuali dia melakukan kesalahan besar, berhenti membawa-bawa kesalahan kecil masa lalu di hidup Anda sekarang.

4. Fokus pada hal-hal positif

Saat Anda berhasil berhenti terlalu memikirkan kesempurnaan, Anda akan mampu fokus pada hal-hal positif hubungan.

Jangan terlalu berkutat dalam hal-hal negatif. Toh apabila hal-hal negatif itu terlalu buruk untuk diabaikan, Anda tentu sudah akan mengakhiri hubungan, bukan?

Fokuslah pada hal-hal yang membuat Anda jatuh cinta—kedekatan, kehangatan, seksualitas. Semua hal baik, fokuslah pada hal-hal tersebut.

5. Segera bicara saat ada yang ingin disampaikan

Komunikasi adalah kunci dari berbagai interaksi sosial, termasuk hubungan romantis. Berhenti menyimpan perasaan Anda dan sampaikan apa yang ingin Anda sampaikan pada pasangan Anda.

Ingat, lebih cepat, lebih baik. Masalah yang ingin Anda diskusikan belum “basi” dan nyali Anda untuk berbicara tidak terus menerus tergerus berbagai pertimbangan.

6. Ketahui kapan Anda harus mendengar saran orang lain, dan kapan Anda harus mengabaikannya

Teman-teman kerap menjadi sumber saran terbaik akan masalah hubungan. Namun, tidak jarang sifat ini pun berubah menjadi penghancur hubungan Anda yang sebenarnya baik-baik saja.

Terkadang, orang-orang mampu membuka mata Anda dan membuat Anda melihat kebenaran pahit yang Anda sangkal dalam-dalam. Namun, terkadang orang-orang khawatir akan hal-hal yang sebenarnya tidak begitu Anda pikirkan.

Contohnya, pasangan Anda tidak menghasilkan cukup banyak uang, berasal dari broken home, atau perilakunya tidak selaras dengan orang-orang di sekitar Anda.

Apabila pasangan Anda membuat Anda bahagia, lupakan pendapat orang lain.

7. Seringlah menyentuh satu sama lain

Jangan ragukan kekuatan sentuhan!

Penelitian The Kinsey Institute menunjukkan 90% pasangan menganggap sentuhan sangat penting untuk membangun kedekatan.

Secara psikologis, Anda akan merasa memiliki “jangkar” saat pasangan Anda menyentuh Anda. Pegangan tangan, pelukan, dan elusan wajah bisa menjadi hal-hal yang diapresiasi pasangan Anda.

Namun, ingat, jangan menyentuh pasangan Anda tanpa persetujuannya, ya! Lebih baik berpangku pada norma sosial dan agama.

Selamat menjalani hubungan yang lebih baik lagi! (Farah Tifa Aghnia)

Sumber: Bustle
Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers