web analytics
  

Fokus ke Akhirat, Nazaruddin: Dunia Biar Allah yang Mengatur

Kamis, 13 Agustus 2020 05:35 WIB Fichri Hakiim
Bandung Raya - Bandung, Fokus ke Akhirat, Nazaruddin: Dunia Biar Allah yang Mengatur, Nazaruddin,Partai Demokrat,korupsi wisma atlet,akhirat

Mantan bendahara umum Partai Demokrat, M Nazaruddin. (Ayobandung.com/Fichri Hakiim)

KIARACONDONG, AYOBANDUNG.COM -- Mantan bendahara umum Partai Demokrat, M Nazaruddin, sudah tidak lagi tinggal di Lapas Sukamiskin. Kini, Nazaruddin bebas secara murni. Dia mengatakan, saat ini dirinya memilih untuk lebih fokus kepada akhirat.

Nazarudin tampak lebih kurus ketika mendatangi Kantor Bapas Kelas I Bandung di Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung. Dia pun menebar senyuman kepada awak media. Nazaruddin datang seorang diri dengan mengendarai mobil hitam Honda Mobilio. Selama menjalani hukuman, Nazarudin mendekam di Lapas Sukamiskin.

"Alhamdulillah semuanya ada hikmahnya. Untuk ke depannya saya lebih fokus mengejar akhirat. Dunia biar Allah yang ngatur," ujarnya di Bapas Bandung, Kamis (13/8/2020).

Dia juga ingin mendirikan masjid. Dia berserah diri atas segalanya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

"Insyaallah nanti membangun masjid dan mendirikan pesantren. Kita sebagai umat muslim di Indonesia harus jadi contoh. Untuk tempatnya nanti saya kasih tahu lebih detailnya," tuturnya.

Nazarudin mendapatkan pengajuan program Cuti Menjelang Bebas (CMB). Pengajuan CMB Nazaruddin berlaku sejak 14 Juni 2020 dan berakhir pada tanggal 13 Agustus 2020, dengan pengawasan dan bimbingan dari Bapas Bandung sesuai domisili penjaminnya.

Sebelumnya, dalam perkara korupsi Wisma Atlet pada 2012, Nazaruddin mendapat hukuman total 13 tahun. Pada Pengadilan tingkat pertama, dia divonis hukuman 4 tahun penjara. Kemudian, di tingkat banding berikutnya, hukumannya ditambah menjadi 7 tahun.

Pada 2016, dia kembali dijerat tindak pidana pencucian uang. Dia dihukum 6 tahun. Dari total 13 tahun hukuman, seharusnya dia bebas pada 2025. Namun, karena dia juga menyandang status Justice Collaborator (JC), Nazaruddin mendapat potongan hukuman selama 45 bulan dan 120 hari.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers