web analytics
  

Eijkman: Indonesia Butuh 350 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Rabu, 12 Agustus 2020 22:48 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Eijkman: Indonesia Butuh 350 Juta Dosis Vaksin Covid-19, Lembaga Biomolekuler Eijkman Institute,Vaksin Covid-19

Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Kepala Lembaga Biomolekuler Eijkman Institute, Amin Soebandrio menilai target produksi 250 juta vaksin Covid-19 pada akhir 2020 yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum tentu bisa tercapai. Menurutnya, pemenuhan target tersebut sangat bergantung pada kesiapan industri atau pabrik.

"Realistis atau tidak ya tentu tergantung dari kesiapan industri atau pabrik bisa atau tidak, tapi tentu tidak bisa sembarangan menyatakan seperti itu," kata Amin Soebandrio di Jakarta, Rabu (12/8/2020).

Meskipun, dia berharap target tersebut benar-benar dapat dipenuhi PT Bio Farma sebagai produsen vaksin. Dia mengatakan, ketersediaan vaksin akan membantu pemulihan masyarakat Indonesia dari penyebaran virus SARS-CoV-2 alias Covid-19.

Amin memprediksi, Indonesia setidaknya membutuhkan paling sedikit 350 juta dosis vaksin hingga akhir 2020. Dia mengatakan, angka itu dihitung berdasarkan 70 persen dari total seluruh penduduk Indonesia atau sekitar 175 juta orang dengan dua kali dosis vaksinasi.

"Jadi 175 kalikan dua sekitar 350 juta dosis. Kalau bisa diselesaikan satu tahun bisa sangat baik, tapi tentu tidak mungkin diselesaikan dalam waktu satu pekan karena untuk mencapai seluruhnya tidak mudah," katanya.

Artinya, dia mengatakan, target produksi 250 juta vaksin pada akhir tahun ini masih di bawah jumlah yang diharapkan. Dia melanjutkan, meski demikian jumlah tersebut dapat dimanfaatkan bagi warga prioritas di Indonesia.

Amin enggan berbicara lebih lanjut terkait realisasi produksi 250 juta vaksin Covid-19 tersebut. Menurutnya, hal yang berkenaan dengan kapasitas produksi merupakan domain Industri atau kepada Bio Farma di Indonesia.

"Diharapkan keseluruhannya dicapai 70 persen tapikan belum tentu akan bisa dipenuhi dalam enam bulan. Penyediaan di pabrik si mungkin bisa tetapi proses pemberian vaksinasi ke penduduk juga tidak mudah, ada daerah terpencil sehingga proses distribusi juga akan sulit," katanya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers