web analytics
  

Ini Syarat Sekolah Bisa Belajar Tatap Muka

Rabu, 12 Agustus 2020 19:18 WIB Mildan Abdalloh
Umum - Pendidikan, Ini Syarat Sekolah Bisa Belajar Tatap Muka, Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung,Belajar Tatap Muka

Belajar Tatap Muka di Sekolah. (Kavin Faza)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung telah mengeluarkan surat edaran tentang pembelajaran tatap muka.

Kepala Disdik Kabupaten Bandung Juhana mengatakan, surat edaran tersebut untuk mengatur dimulainya pembelajaran tatap muka.

"Prioritas kami adalah kesehatan siswa, tenaga pendidik dan pihak lainnya. Surat edaran ini bukan bersifat mewajibkan sekolah mulai melakukan pembelajaran tatap muka, tapi mengaturnya," tutur Juhana, Rabu (12/8/2020).

Dalam surat edaran, ada beberapa syarat bagi sekolah yang akan menggelar pembelajaran tatap muka. Salah satunya adalah berada di zona hijau dan kuning.

Selain itu, sekolah juga harus membuat surat permohonan menggelar pembelajaran tatap muka kepada Disdik Kabupaten Bandung.

"Surat permohonan tersebut harus melampirkan sejumlah syarat," ujarnya.

Lampiran yang harus disertakan adalah ijin atau rekomendasi dari gugus tugas kecamatan. Juga surat pernyataan menyetujui pembelajaran tatap muka.

"Harus ada kesediaan untuk tidak bepergian selain antara sekolah dan rumah," katanya.

Sekolah juga harus membuat instrumen pembelajaran tatap muka, meliputi skenario pembagian shift juga pembatasan lainnya yang berhubungan dengan protokol kesehatan.

"Harus juga melampirkan dokumen kurikulum yang disesuaikan dengan  Keputusan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kemendikbud Nomor 018/H/KR/2020 Tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran Pada Kurikulum 2013 Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Berbentuk Sekolah Menengah Atas Untuk Kondisi Tertentu," imbuhnya.

Sekolah juga harus membuat susunan satgas pencegahan covid-19 yang dibuktikan dengan SK Kepala Sekolah. Juga harus ada surat perjanjian kerjasama dengan klinik atau fasilitas kesehatan lainnya.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers