web analytics
  

Facebook Indonesia Beberkan Tip Bermedia Sosial yang Aman

Rabu, 12 Agustus 2020 16:47 WIB Nur Khansa Ranawati
Umum - Pendidikan, Facebook Indonesia Beberkan Tip Bermedia Sosial yang Aman, Keamanan Internet,Media Sosial,penipuan,phising,link,facebook

Saat ini, masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk menjaga keamanan diri selama berselancar di internet, tak terkecuali media sosial. (Unsplash/Merakist)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Saat ini, masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk menjaga keamanan diri selama berselancar di internet, tak terkecuali media sosial. Selain penipuan marak ditemui, mudahnya menyebar kabar bohong atau hoaks juga patut diwaspadai untuk meminimalisasi dampak buruk di masyarakat.

Public Policy untuk Facebook di Indonesia Karissa Sjawaldy mengatakan, salah satu kemampuan utama yang perlu dimiliki seseorang dalam bermedia sosial adalah kecermatan dalam mencerna informasi. Mengetahui sumber informasi yang kredibel dapat mencegah hoaks untuk tersebar luas.

"Pertama-tama harus teliti dan cermat sebelum membagikan informasi dari sumber manapun. Baca baik-baik nama situs web dan isi beritanya. Apakah ada yang aneh, adakah yang tidak nyambung. Sumbernya kredibel atau tidak," ungkapnya dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Rabu (12/8/2020).

Selain itu, dia mengatakan, salah satu hal yang juga patut diwaspadai adalah phising. Phising adalah metode kejahatan di internet ketika target dihubungi via email, telepon, maupun pesan teks yang menyamar sebagai suatu lembaga untuk mengakses data pribadi seseorang, seperti data perbankan.

"Hati-hati bila menerima pesan singkat atau email yang meminta kita untuk mengklik link yang terlihat tidak jelas di bodi e-mail-nya. Situsnya aneh dan tiba-tiba menyuruh kita mengklik link, itu suatu hal yang bisa mengarah pada penipuan," ungkapnya.

Dia mengatakan, di Facebook sendiri, seseorang dapat melakukan pelaporan apabila menemukan link yang dicurigai sebagai pishing di Facebook.

Di samping itu, seseorang harus memanfaatkan two factor authentication atau verifikasi dua arah agar memastikan tidak ada orang lain yang bisa masuk ke akun media sosial pribadi.

"Nyalakan fitur two factor authentication untuk mencegah orang lain masuk ke akun kita dari tempat lain," ungkapnya.

Dengan fitur ini, seseorang akan diberikan notifikasi apabila terdapat upaya masuk (login) dari perangkat asing di lokasi yang asing. Dengan begitu, hacking atau pembobolan akun pun dapat dicegah.

Dia mengatakan, Facebook Indonesia mengombinasikan sistem machine learning dan pekerjaan manual untuk me-review konten-konten yang beredar di Facebook. Konten-konten yang dinilai melanggar ketentuan komunitas akan dihapus dari laman Facebook.

"Ada 30 ribuan content reviewer di seluruh dunia. Mereka merupakan expert dari bahasanya masing-masing," ungkapnya.

Meski demikian, dia senantiasa mengajak masyarakat untuk bersikap proaktif dalam menjaga media sosial tetap kondusif dari hoaks dan penipuan. Caranya adalah dengan melaporkan konten-konten yang dianggap menyebar hoaks atau misinformasi atau yang merugikan masyarakat.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers