web analytics
  

Facebook-Instagram Kampanye Keselamatan Bermedsos via Animasi

Rabu, 12 Agustus 2020 15:35 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Facebook-Instagram Kampanye Keselamatan Bermedsos via Animasi, facebook,Instagram,Si Nopal,Media Sosial,Keamanan Internet

Public Policy Facebook Indonesia, Karissa Sjawaldy. (Ayobandung.com/Nur Khansa Ranawati)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM --Untuk menjangkau kalangan luas, Facebook dan Instagram meluncurkan kampanye edukasi di Indonesia bertajuk #NyamandiSosmed melalui format media kekinian. Kampanye tersebut merupakan upaya mengajak warga digital lebih memahami potensi ancaman keselamatan dan cara menanggulanginya selama berselancar di media sosial.

Salah satu sarana yang dimanfaatkan Facebook dan Instagram untuk menggalakan kampanye tersebut adalah melalui media animasi. Menggaet komikus muda, Naufal Faridurrazak, yang dikenal lewat karyanya, Si Nopal, Facebook dan Instagram menanamkan edukasi mengenai cara bermedia sosial yang cermat dengan penuturan yang menarik.

Lewat karakter-karakternya, animasi Si Nopal akan mengulas seputar tip dan memahami berita palsu atau misinformasi, cara melindungi akun media sosial dari pembajakan (hacking), dan penipuan (phising/scamming), serta pentingnya bersikap bijak sebelum membagikan informasi atau berita. Serial ini akan tayang di laman Facebook dan akun Instagram Si Nopal, serta di laman Facebook Indonesia.

Di episode pertamanya yang akan diluncurkan hari ini pukul 16.00 WIB, Naufal menggambarkan fenomena yang kerap terjadi di Indonesia, yakni terdapat satu keluarga yang termakan hoaks akibat disinformasi yang disebar di Facebook.

Dalam video animasi berdurasi kurang dari 4 menit tersebut, dia juga mengulas cara mencegah konten hoaks beredar lebih luas dengan gaya yang lucu.

Public Policy untuk Facebook di Indonesia Karissa Sjawaldy mengatakan, animasi dipilih karena format media tersebut dinilai sebagai salah satu yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia selama masa pandemi. Diharapkan kampanye #NyamandiSosmed dapat tersampaikan dengan lebih efektif.

"Selama masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) transisi ini banyak orang yang menghabiskan waktunya di rumah, dan yang mencerna tipe konten seperti ini semakin banyak. Kami ingin mendekatkan diri dengan kegiatan yang banyak dilakukan orang selama di rumah," ungkapnya dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Rabu (12/8/2020).

Selain membagikan cara bersikap lebih bijak saat menggunakan media sosial, Facebook dan Instagram akan bekerja sama dengan Nur Alif Ramadhan, kreator muda di balik akun animasi Dalang Pelo (@dalangpelo). Dua karakter utama akun Dalang Pelo, Acil dan Leri, akan membagikan tips dan trik mengenali akun bisnis penipu di Instagram dan Facebook melalui video animasi yang interaktif.

Kampanye ini juga akan hadir dalam bentuk bincang-bincang berformat podcast di kanal #NyamandiSosmed, berkolaborasi dengan podcast yang tengah banyak digemari anak muda Indonesia, Box2Box ID. Di samping itu, ada pula edukasi berseri di akun Instagram Detik.com.

"Intinya kami ingin semua pengguna kami memahami bahwa penting sekali bertindak bijak sebelum berbagi informasi di media sosial. Facebook dan Instagram berkomitmen untuk menjaga komunitas tetap aman selama saling terhubung dan menjalin interaksi di platform online," ungkapnya.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers