web analytics
  

Pendakian dan Perkemahan di Gunung Ciremai Dibuka

Rabu, 12 Agustus 2020 14:39 WIB Erika Lia
Gaya Hidup - Wisata, Pendakian dan Perkemahan di Gunung Ciremai Dibuka, HUT RI,Gunung Ciremai,COVID-19

Curug Putri di kawasan Palutungan, salah satu objek wisata di area TNGC, Kabupaten Kuningan. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

KUNINGAN, AYOBANDUNG.COM -- Menjelang Hari Kemerdekaan Ke-75 RI, pendakian dan kegiatan berkemah di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Kabupaten Kuningan kembali dibuka.

Pendakian dan perkemahan di TNGC sempat ditutup akibat pandemi Covid-19. Kali ini, kegiatan yang kembali dibuka dengan memberlakukan penerapan protokol kesehatan.

"Kegiatan pendakian dan berkemah sudah kami reaktivasi sejak 8 Agustus 2020," kata Kepala Balai TNGC, Kuswandono.

Pihaknya hanya memberlakukan pendakian dan perkemahan selama 2 hari 1 malam. Untuk tahap awal, pihaknya memberlakukan kuota 30% dari daya tampung dan daya dukung di Gunung Ciremai.

Kuota harian jalur pendakian Linggajati yang tersedia saat ini sebanyak 35 tenda di Transit Camp (TC) bagi 69 pendaki. Sementara, kuota harian di jalur Linggasana 33 tenda di TC bagi 65 pendaki, dan 75 tenda di TC untuk 149 pendaki di jalur Palutungan.

Tak hanya pendakian dan berkemah, pihaknya pula meningkatkan kuota kunjungan objek wisata alam TNGC yang dibuka pada tahap I untuk treking dan penyediaan makanan dan minuman.

"Kuota kunjungan kami tingkatkan dari 30% jadi 50%," ujarnya.

Di tengah reaktivasi sejumlah kegiatan hingga peningkatan kuota kunjungan pada kegiatan yang sudah dibuka, pihaknya mengingatkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 berlaku bagi seluruh pengunjung maupun pengelola.

"Petugas pengelola wisata alam, baik kami di BTNGC maupun mitra pengeola objek wisata alam Gunung Ciremai, serta pengunjung, harus menerapkan protokol kesehatan," tegasnya.

Seluruh jalur pendakian dan wisata alam di Gunung Ciremai sebelumnya ditutup sejak 17 Maret 2020 akibat wabah Covid-19. Penutupan sedianya berlaku sampai 31 Maret 2020, namun lantas diperpanjang.

Kebijakan yang berlaku di area TNGC di Kabupaten Kuningan berbeda dengan kebijakan pada area TNGC di Kabupaten Majalengka. Sebagaimana diketahui, Pemkab Majalengka memutuskan menutup seluruh objek wisata di sana akibat lonjakan kasus Covid-19.

"Kami sudah terima surat dari Pemkab Majalengka untuk penutupan seluruh objek wisata di sana. Maka, khusus di Majalengka, kami tutup seluruh kegiatan," tandasnya.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel terkait

dewanpers