web analytics
  

Pro Kontra Tidur Siang untuk Kesehatan Jantung

Rabu, 12 Agustus 2020 07:37 WIB M. Naufal Hafizh
Gaya Hidup - Sehat, Pro Kontra Tidur Siang untuk Kesehatan Jantung, Tidur Siang,manfaat tidur,Kesehatan,Serangan Jantung

Pro dan kontra tidur siang untuk kesehatan jantung—mana yang benar? (Shutterstock/Stockbakery)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM – Tidur siang atau tidak? Ada yang bilang, tidur siang setiap hari bisa membuat tubuh lebih sehat. Apakah benar?

Pro: Tidur siang yang sehat tergantung pada bagaimana Anda tidur siang.

Sebuah studi di Yunani pada tahun 1988 menunjukkan mereka yang tidur siang berisiko lebih rendah berpenyakit jantung ketimbang yang tidak tidur siang. Studi selanjutnya menunjukkan risiko lebih rendah 37% terkena jantung koroner untuk warga Yunani yang rutin tidur siang.

Jurnal pada tahun 2019 membuktikan, tidak semua tidur siang menyehatkan. Ada beberapa karakteristik yang menentukan sehat atau tidaknya tidur siang Anda.

Agar tidur siang sehat, Anda cukup tidur 1 – 2 kali per minggu. Studi menunjukkan risiko serangan jantung, stroke, dan gagal jantung untuk mereka 48% lebih rendah dari yang tidak tidur siang.

Tidur siang selama 15–45 menit dapat meningkatkan daya ingat dan mengurangi kelelahan. Durasi 45 menit adalah durasi maksimal tidur siang yang sehat.

Kontra: Tidur siang yang justru membuat Anda tidak sehat.

Risiko 48% lebih rendah untuk berbagai penyakit jantung hilang apabila Anda tidur siang 6–7 kali seminggu.

Pada tahun 2015, orang-orang yang tidur siang lebih dari 1 jam per hari justru berisiko 2 kali lebih besar untuk terkena penyakit jantung ketimbang yang tidak tidur siang.

Frekuensi dan durasi tidur siang yang terlalu sering itu pun dapat dijelaskan pada kondisi yang lebih penting: kurangnya tidur.

Apabila Anda tidur siang karena rasa kantuk yang kuat, besar kemungkinan Anda kurang tidur. Apabila Anda tidur siang karena kurang waktu tidur ideal di malam hari, tidur siang berubah menjadi aktivitas yang tidak sehat.

Bahaya Kurang Tidur

Di Amerika Serikat, 1 dari 3 orang dewasa kurang tidur.

Padahal, penyakit jantung yang begitu dihindari lebih mudah menyerang mereka yang kurang tidur. Selain penyakit jantung, penyakit hati, diabetes, stroke, hipertensi, obesitas, dan depresi pun mudah menyerang mereka yang kurang tidur.

“Kita harus berhenti membicarakan tidur layaknya itu adalah waktu tidak produktif dan berhenti mengagumi orang-orang yang menyombongkan waktu tidur mereka yang pendek,” kata direktur Program Riset Tidur dan Kesehatan Universitas Arizona Dr Michael Grandner. (Farah Tifa Aghnia)Sumber:

https://www.medicalnewstoday.com/articles/naps-and-cardiovascular-health-the-pros-and-cons#Why-more-research-is-sorely-needed

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers