web analytics
  

Sidang Suap Pajero Dilanjutkan, JPU KPK Hadirkan Mantan Kalapas Sukamiskin

Rabu, 12 Agustus 2020 13:34 WIB Fichri Hakiim
Bandung Raya - Bandung, Sidang Suap Pajero Dilanjutkan, JPU KPK Hadirkan Mantan Kalapas Sukamiskin, Mitsubishi Pajero,Kalapas Sukamiskin,Wahid Husen,Tejo Harwanto,Radian Azhar

Sidang suap Mobil Pajero yang berlangsung di Pengadilan Negeri Bandung kembali berlanjut, Rabu (12/8/2020). (Ayobandung.com/Fichri Hakiim)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Sidang suap Mobil Pajero yang berlangsung di Pengadilan Negeri Bandung kembali berlanjut, Rabu (12/8/2020). Kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK memanggil mantan Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen, sebagai saksi dalam kasus suap tersebut.

Dalam agenda sidang tersebut, Wahid dimintai keterangan terkait dugaan kasus penyuapan Mobil Pajero. Selain Wahid, terlihat mantan Kalapas Sukamiskin lainnya, Tejo Harwanto yang turut dihadirkan sebagai saksi. Keduanya menjadi saksi terkait terdakwa Radian Azhar.

Selain Wahid dan Tejo, ada tiga saksi lain yang dihadirkan jaksa. Saksi tersebut antara lain Harman, Cepi Kriswanto, dan Dudung Abdul Azis. Para saksi pun disumpah.

Hingga saat ini, sidang masih berlangsung. Jaksa KPK M Takdir Suhan mengatakan, pemanggilan Wahid dilakukan guna mendalami keterangan terkait kasus suap dengan terdakwa Radian Azhar.

"Tim JPU akan menggali mengenai dugaan asal-usul penerimaan mobil dari Terdakwa Radian Azhar," ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Gloria Karsa Abadi Radian Azhar menjalani sidang di Pengadilan Negeri Bandung sebagai terdakwa kasus dugaan suap terkait pemberian fasilitas dan perizinan kepada Lapas Kelas I Sukamiskin, Rabu (15/7/2020).

Dia diduga melakukan suap agar Wahid Husen selaku mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin Bandung menunjuk dirinya menjadi mitra kerja sama di Lapas Sukamiskin.

Radian diduga memberikan mobil Mitsubishi Pajero Sport atas nama anak buahnya, Muahir, kepada Wahid Husein. Selain Radian, tersangka lainnya adalah dua orang mantan Kepala Lapas Sukamiskin Deddy Handoko dan Wahid sendiri. Kemudian dua orang tahanan Lapas Sukamiskin yaitu Tubagus Chaeri Wardana dan Fuad Amin. Namun status tersangka Fuad gugur karena dia telah meninggal dunia.

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers