web analytics
  

Vaksin Covid-19 Dinyatakan Berhasil Jika Penuhi Syarat Ini

Rabu, 12 Agustus 2020 05:49 WIB Nur Khansa Ranawati
Umum - Nasional, Vaksin Covid-19 Dinyatakan Berhasil Jika Penuhi Syarat Ini, Vaksin Covid-19,Vaksin Sinovac,Data Vaksin Covid-19,Keberhasilan Vaksin Covid-19,Unpad

Manajer Lapangan Uji Klinis Vaksin Covid-19 dari Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Padjadjaran (Unpad) Dr Eddy Fadlyana (Ayobandung.com/Nur Khansa)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Saat ini, vaksin yang dikembangkan Sinovac Biotech Tiongkok sedang memasuki tahapan uji klinis ketiga di berbagai negara termasuk Indonesia. Setidaknya dibutuhkan pengamatan selama enam bulan ke depan untuk menentukan apakah vaksin tersebut dinyatakan layak produksi atau tidak.

Manajer Lapangan Uji Klinis Vaksin Covid-19 dari Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Padjadjaran (Unpad) Dr Eddy Fadlyana mengatakan, terdapat sejumlah kriteria yang harus dipenuhi vaksin Covid-19 tersebut untuk dikatakan berhasil. Mulai dari kemanan yang terbukti hingga munculnya antibodi.

"Dari keamanannya tidak ada reaksi, demam tidak banyak, sakit di tempat suntikan tidak lama, tidak ada efek samping lainnya," ungkapnya ketika dihubungi, Rabu (12/8/2020).

Selain itu, ia mengatakan tidak boleh ada efek samping yang menyebabkan sang relawan terganggu pekerjaan atau kegiatan sehari-harinya akibat reaksi yang ditimbulkan.

"Kemudian hal yang lainnya itu timbul kekebalan, kan diperiksa antibodinya," ungkapnya.

Sementara syarat ketiga adalah efikasinya. Nantinya, kelompok relawan yang diberi vaksin akan dipantau apakah mereka terpapar Covid-19 atau tidak dalam enam bulan.

Ia mengatakan, vaksin yang berhasil adalah yang bisa melindungi lebih dari 90% populasi yang diberi vaksin. Pada uji klinis fase I dan II vaksin Sinovac, ia mengatakan vaksin ini berhasil melindungi lebih dari 90% subjek penelitian.

"Vaksin juga tidak 100% melindungi, dari yang sudah ada di fase satu dan dua itu (melindungi) 90% lebih, jadi masih ada kurang dari 10% yang tidak terlindungi," ungkapnya.

Untuk itu, meskipun sudah diberi vaksin, seseorang tetap memiliki kemungkinkan terinfeksi virus meskipun jumlah persentasenya jauh lebih kecil dari yang tidak terinfeksi.

"Masih bisa terkena infeksi, tapi sebagian besar kan terlindungi," ungkapnya.

Ia mengatakan, seseorang yang telah disuntikkan vaksin akan memiliki antibodi yang mencapai titik tertingginya pada hari ke-14 selepas penyuntikkan. Namun, tetap diperlukan waktu 6 bulan untuk memantau kestabilan antibodi tersebut, termasuk melihat ada atau tidaknya efek samping yang muncul.

Dalam konteks vaksin Covid-19 Sinovac, pengukuran antibodi akan dilakukan setelah 14 pascapenyuntikkan vaksin kedua.

"Kalau antibodi, dari 14 hari juga terdeteksi tinggi. Dari vaksin itu sudah mencapai titik paling tingginya (dalam) 14 hari," ungkapnya.

"Cuma dalam enam bulan kita lihat, apakah (antibodi) menurun atau masih tinggi, dan kejadian sakitnya dipantau," ungkapnya. 

 

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers