web analytics
  

Ini Berbagai Penyebab Terjadinya Resesi

Rabu, 12 Agustus 2020 05:38 WIB
Bisnis - Finansial, Ini Berbagai Penyebab Terjadinya Resesi, Resesi,ekonomi,Finansial,Dampak Corona,Dampak Covid-19

Ilustrasi Resesi Ekonomi Akibat Pandemi Covid-19. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Singapura dan Filipina sudah menyatakan resesi setelah perekonomiannya terkontraksi akibat pandemi Covid-19.

Dilansir dari Business Insider, secara umum penyebab resesi adalah ekspansi dan pertumbuhan ekonomi tidak dapat bertahan selamanya.

Penurunan aktivitas ekonomi yang signifikan biasanya dipicu oleh sejumlah faktor kompleks dan saling berhubungan. Seperti guncangan ekonomi yang merupakan peristiwa tak terduga dan menyebabkan meluasnya gangguan dikarenakan sejumlah keadaan seperti bencana alam atau serangan teroris. Contoh terbaru yakni pandemi Covid-19 yang saat ini masih terjadi.

Selanjutnya, yakni kehilangan kepercayaan konsumen saat mengkhawatirkan keadaan ekonomi. Dalam kondisi tersebut, konsumen memperlambat pengeluaran dan menyimpan uang dalam bentuk apapun.

Terlebih, hampir dari 70% PDB bergantung pada belanja konsumen. Jika tingkat belanja konsumen terganggu, seluruh perekonomian dapat melambat secara drastis.

Resesi juga dapat dipicu karena suku bunga tinggi. Suku bunga tinggi membuat pembelian rumah, mobil, dan lainnya mahal. Selain itu, banyak perusahaan akan mengurangi pengeluaran dan rencana pertumbuhan akan terganggu karena pembiayaan terlalu tinggi lalu pada akhirnya membuat perekonomian menyusut.

Selanjutnya, yakni deflasi yang berarti harga produk dan aset turun karena penurunan permintaan yang besar. Ketika permintaan turun maka penjual mencoba menarik pembeli.

Masyarakat pada akhirnya banyak yang akan menunda pembelian, menunggu harga yang lebih rendah. 

Dalam hal gelembung aset juga dapat mempengaruhi resesi. Sebab, harga barang-barang seperti saham teknologi dan real estate sebelum resesi hebat akan naik dengan cepat karena pembeli percaya bahwa harga akan terus meningkat.

Hanya saja, gelembung aset tersebut kemudian akan pecah. Banyak orang akan kehilangan apa yang dimiliki di atas kertas dan ketakutan muncul. Akibatnya, orang dan perusahaan menarik kembali pengeluaran lalu pada akhirnya memberi jalan pada resesi.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers