web analytics
  

Penderita Covid-19 Bisa Alami Gangguan Pendengaran

Rabu, 12 Agustus 2020 10:08 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Penderita Covid-19 Bisa Alami Gangguan Pendengaran, Gangguan Pendengaran,Penderita Covid-19,Pasien Covid-19,Corona,Gejala Covid-19

Ilustrasi--Telinga ( homeremediesforlife)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Para peneliti mengungkap gejala lain yang tidak biasa bisa dialami oleh orang yang terinfeksi Covid-19, yakni gangguan pendengaran. Tim peneliti Sekolah Medis John Hopkins di Baltimore, Amerika Serikat, menjumpai bahwa virus corona jenis baru juga dapat menginfeksi kuping. Begitu pula tulang mastoid pada tengkorak yang terletak tepat di belakang telinga.

Temuan tersebut didapat setelah para peneliti mengamati tiga pasien yang meninggal akibat Covid-19. Dua di antaranya (pria berusia 60-an dan perempuan berusia 80-an) memiliki muatan SARS-CoV-2 yang tinggi di mastoid.

Pada tubuh pasien perempuan, muatan virus hanya ditemukan di telinga tengah bagian kanan. Sementara, pada tubuh pasien pria, virus ditemukan pada mastoid kiri dan kanan, serta telinga tengah sebelah kiri dan kanan.

Ukuran sampelnya memang sangat kecil, tetapi studi mendukung riset lain yang menganalisis hubungan antara infeksi virus corona dan masalah telinga. Penelitian lain terbitan April 2020 menemukan bahwa Covid-19 bisa menyebabkan otitis media akut.

Otitis adalah sejenis infeksi yang menyebabkan peradangan dan infeksi di belakang gendang telinga. Studi lain, juga terbit pada April, menemukan bahwa penyintas Covid-19 mengalami penurunan kemampuan pendengaran.

Padahal, pasien tanpa gejala yang sudah sembuh itu tidak memiliki riwayat gangguan pendengaran sebelumnya. Bagaimanapun, dibutuhkan tambahan penelitian lain yang mengeksplorasi keterkaitan tersebut.

Hasil riset terbaru bisa menjadi rekomendasi studi tambahan terkait dampak Covid-19 terhadap sistem audiovestibular. "Studi ini mengonfirmasi keberadaan virus SARS-CoV-2 di telinga tengah dan mastoid," kata ketua peneliti, Katilyn Frazier.

Identifikasi virus hidup dari efusi telinga tengah akan memiliki implikasi bagi ahli bedah dan staf. Termasuk, dalam penanganan peralatan seperti instrumen dan tabung isap sesuai dengan rekomendasi biosafety CDC.

Temuan telah dipublikasikan dalam JAMA Otolaryngology – Head & Neck Surgery. Dari paparan yang ada, periset menyarankan dokter untuk memeriksa telinga pasien yang menunjukkan gejala Covid-19 sebelum ditangani.

Saran serupa juga disampaikan kepada para ahli bedah. Tim peneliti beranggapan, akan sangat penting melakukan swab pada telinga pasien sebelum prosedur otologi atau operasi telinga, dikutip dari laman Health 24.

 

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers