web analytics
  

Pegawai Positif Covid-19, Pemkab Cirebon Tetap Buka Pelayanan Publik

Rabu, 12 Agustus 2020 06:09 WIB Erika Lia
Umum - Regional, Pegawai Positif Covid-19, Pemkab Cirebon Tetap Buka Pelayanan Publik, pelayanan publik,Berita Cirebon,COVID-19,Corona di Cirebon,Pasien Covid-19

Ilustrasi--Pelayanan Publik (Ayobandung.com)

COREBON, AYOBANDUNG.COM -- Pemkab Cirebon belum mengambil opsi penutupan pelayanan atau karantina area perkantoran, meskipun sejumlah pegawainya diketahui terkonfirmasi Covid-19.

Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Rahmat Sutrisno meyakinkan, pelayanan di berbagai instansi publik berlangsung normal dengan penerapan protokol kesehatan sampai kini. Skema untuk ini pun terus dikaji pihaknya.

"Terkait Covid-19 yang mulai merambah komplek perkantoran di Kabupaten Cirebon, kami terus membahas skema agar pelayanan bisa terus jalan," katanya, Selasa (11/8/2020).

Dia tak menampik temuan kasus di area perkantoran memicu pertimbangan perlunya pengetatan penerapan protokol kesehatan. Pembatasan aktivitas pun sejauh ini telah menjadi konsekuensi guna memutus rantai penyebaran virus.

Dia menegaskan, penutupan area perkantoran di lingkungan Pemkab Cirebon tak akan dilakukan. Situasi saat ini dinilai pihaknya belum terkategori waspada.

"Penyebaran virusnya yang harus dikendalikan, bukan orangnya. Makanya, tetap pakai masker dan jaga jarak," tegasnya.

Dalam menekan jumlah kasus, khususnya di kalangan pegawai pemerintahan, dia menyebut tim survei sedang ekstra keras menelusuri penyebaran. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Enny suhaeni mengakui adanya 1 kasus di lingkungan Dinkes dan terus berkembang menjadi 3 kasus setelah dilakukan contact tracing.

"Dinkes sebagai OPD yang memberikan layanan, sehingga terbuka potensi transmisi, terutama dari pengunjung layanan masyarakat, seperti Jamkesmas, perizinan, labkesda, hingga karyawan puskesmas yang melakukan kegiatan/urusan administrastif," terangnya.

Meski terdapat rileksasi aktivitas selama fase AKB, dia memastikan tak ada pertemuan dan kegiatan yang menimbulkan kerumunan di lingkungan Kantor Dinkes.

"Tapi, kami mengakui masih ada interaksi personal dengan protokol kesehatan yang kurang tepat," akunya.

Selain Dinkes, sejauh ini kasus Covid-19 pula telah ditemukan pada Badan Keuangan dan Aset Daerah maupun sedikitnya 3 puskesmas di Kabupaten Cirebon.

Mengantisipasi penyebaran, pihaknya telah melakukan sejumlah upaya, di antaranya melakukan contact tracing 1x24 jam, memastikan semua pengguna layanan, seperti Jamkes, labkesda, perizinan, tetap dibuka dan aman bagi publik, melakukan disinfeksi 2 kali sehari selama 3 hari berturut-turut di lingkungan Dinkes, termasuk warung dan tempat usaha sekitar, melakukan tes usap ulang secara periodik bagi semua karyawan yang melayani langsung masyarakat, hingga memberi tanggungjawab kepada semua pegawai struktural di lingkungan dinkes maupun puskesmas guna memantau semua staf mematuhi protokol kesehatan dan jujur dengan kesadaran diri untuk melakukan tes usap bila pernah kontak erat dengan kasus probable, konfirmasi positif, dan orang tanpa gejala (OTG).

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon mengatakan, pembatasan pegawai yang masuk kantor hingga waktu kerja masih diberlakukan selama fase AKB.

"Work from home dan pembatasan jam kantor dari awal AKB hingga sekarang masih berlangsung," ujarnya.

Para pegawai pun diingatkan untuk rutin membuka jendela dan mematikan AC pada pagi hari. Selain itu, imbuhnya, akan ada pembahasan ihwal pembatasan pegawai untuk tak melakukan perjalanan dinas ke luar kota.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers