web analytics
  

Terdampak Pandemi, KKJ 2020 Digelar Secara Virtual

Selasa, 11 Agustus 2020 19:24 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Bisnis - Finansial, Terdampak Pandemi, KKJ 2020 Digelar Secara Virtual, Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ),kkj 2020,Pembukaan Secara Virtual,UMKM Jawa Barat,Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Eneng Reni)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Rangkaian kegiatan Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ) 2020 resmi dibuka secara virtual, mulai Selasa (11/8/2020). KKJ 2020 secara khusus mengangkat kain tenun khas Jabar. 

Kegiatan yang berlangsung hingga 15 Agustus ini melibatkan 60 UMKM. Acara ini juga akan dimeriahkan dengan peragaan busana tenun dengan menghadirkan 89 karya 11 desainer.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jabar, Herawanto, menyatakan, ekonomi kreatif (ekraf) Jabar memiliki potensi besar. Apalagi, UMKM memiliki peran penting bagi perekonomian karena memberikan sumbangan yang signifikan khususnya dalam penyerapan tenaga kerja. 

Menurut Herawanto, UMKM juga dipercaya memiliki ketahanan ekonomi yang tinggi sehingga dapat menjadi penopang bagi perekonomian. Karenanya, UMKM dapat tumbuh sebagai salah satu kekuatan baru ekonomi nasional dan menjadi UMKM produktif hingga inovatif.

"Di tengah perekonomian Indonesia yang terkontraksi di kuartal 2 2020 ini, pelaksanaan KKJ yang akan dilaksanakan selama 5 hari ini, diharapkan memberikan semangat akan kembalinya geliat perekonomian Jawa Barat dan geliat perekonomian nasional," kata Herawanto dalam pembukaan KKJ 2020.

Senada, Deputi Gubernur BI, Rosmaya Hadi menilai, pandemi Covid-19 memberikan dampak yang signifikan terhadap perekonomian global dan domestik. Sejumlah indikator ekonomi global menunjukkan permintaan yang lebih lemah, ekspektasi pelaku ekonomi yang masih rendah, serta permintaan ekspor yang tertahan hingga Juni 2020.

"Kita tentunya menyadari bahwa pandemi covid-19 ini turut mempengaruhi sendi perekonomian masyarakat dan dunia usaha, tak terkecuali UMKM yang memiliki pangsa 99% dari dunia usaha," katanya.

Data Kementrian Koperasi dan UMKM menunjukan bahwa sebagai dampak pandemi covid-19, 68% UMKM mengalami penurunan penjualan. Sisanya mengalami kesulitan permodalan, permasalahan distribusi dan pasokan bahan baku, serta terhambatnya proses produksi.

Namun pada kondisi makro perekonomian terkini, pihaknya telah melihat perbaikan seiring dengan relaksasi PSBB, meskipun belum kembali kepada level sebelum pandemi Covid-19.

Namun, beberapa indikator dini permintaan domestik menunjukkan perkembangan positif seperti tercermin pada penjualan ritel, kegiatan manufaktur, ekspektasi konsumen, dan berbagai indikator domestik lain, yang mulai meningkat.

Ke depan, lanjutnya, akselerasi pemulihan ekonomi domestik diharapkan dapat membaik dengan kecepatan penyerapan stimulus fiskal, keberhasilan restrukturisasi kredit dan korporasi, efektivitas implementasi protokol kesehatan covid-19 di era kenormalan baru, serta pemanfaatan digitalisasi dalam kegiatan ekonomi, termasuk kegiatan UMKM.

"Kami melihat bahwa UMKM harus mampu beradaptasi mengarungi The Next Normal. Melihat besarnya peluang pegembangan UMKM di Jawa Barat, KKJ 2020 diharapkan dapat menjadi media diseminasi kebijakan Bank Indonesia dalam mengembangkan dan membina UMKM. Selain itu KKJ 2020 diharapkan berperan sebagai media untuk meningkatkan perluasan akses pasar, permodalan, dan peningkatan mutu produk UMKM khususnya di Provinsi Jawa Barat," katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Jabar terkoreksi negatif hingga minus 5,98% imbas pandemi. Karenanya perlu adanya tekad dari semua sektor untuk mengembangkan dan mengembalikan normalisasi ekonomi. Salah satunya  dengan mendorong pasar lokal, dan mendorong inovasi-inovasi UMKM.

"KKJ diselenggarakan secara virtual, ini menjadi contoh bagaimana virtualitas menjadi cara baru dalam mempromosikan, menginovasikan produk-produk dari UMKM sehingga terjadi ekskalasi kegiatan ekonomi," katanya.

Menurut sosok yang karin sapa Emil Itu juga, UMKM bakal semakin tangguh jika melek digital. Karenanya sinergitas dan semangat kebersamaan menjadi kunci mengembalikan ekonomi yang terganggu.

"Melalui virtual, digital kita bisa menjual produk UKM Jabar terbaik sampai ke luar negeri. Kita harapkan ciri UMKM yang lulus dalam situasi ini adalah tanggung dan juga melek digital," ujarnya.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers