web analytics
  

Dugaan Travel Bodong Selubungi Kecelakaan Maut di Tol Cipali

Selasa, 11 Agustus 2020 19:20 WIB Erika Lia
Umum - Regional, Dugaan Travel Bodong Selubungi Kecelakaan Maut di Tol Cipali, Kecelakaan Maut Tol Cipali,Travel Bodong,Polresta Cirebon

Lokasi terjadinya kecelakaan maut di Tol Cipali. (Dok. Polisi)

CIREBON, AYOBANDUNG.COM -- Kecelakaan di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) yang menewaskan 8 orang pada Senin (10/8/2020) dini hari mencuatkan dugaan praktik ilegal di baliknya. 

Kapolresta Cirebon, AKBP Syahduddi mengungkapkan sejumlah dugaan dari temuan atas kecelakaan yang melibatkan 2 unit kendaraan, masing-masing Isuzu Elf bernomor polisi D 7013 AN dan Toyota Rush B 2918 PKL.

Salah satu dugaan tersebut mengarah pada praktik travel bodong oleh elf tersebut. Meski mengangkut penumpang, plat nomor polisi yang digunakan elf itu diketahui berwarna hitam dan bukan kuning layaknya kendaraan pengangkut.

"Patut diduga (travel bodong), cuma tetap harus dipastikan lagi," ungkapnya, Selasa (11/8/2020).

Dari keterangan para penumpang yang selamat dalam kecelakaan itu, pengemudi elf menaikkan penumpang di sejumlah lokasi, di antaranya Tanah Abang, Jati Asih, Cipinang, Cikarang, hingga akhirnya memasuki Tol Cipali.

Penumpang yang dijemput pun ditagih biaya untuk di antar ke lokasi yang dituju. Tujuan elf yang mengangkut 16 penumpang itu sendiri beragam, mulai dari Brebes, Tegal, Pati, dan daerah lain di Jawa Tengah.

"Fakta di lapangan begitu (plat nomor polisi elf hitam). Kalau mengangkut penumpang seharusnya warna kuning," katanya.

Dia pun berjanji akan mendalami temuan penyidik di lapangan itu. Pihak yang memberi izin elf tersebut mengangkut penumpang akan dikonfirmasi.

Menurutnya, elf itu diduga telah melakukan pelanggaran trayek karena terbukti mengangkut penumpang, meski plat nomor polisinya berwarna hitam.

"Elf berpelat nomor hitam ini terbukti mengangkut penumpang, ada dugaan pelanggaran trayek di situ," tegasnya.

Sejauh ini, 2 unit kendaraan yang terlibat kecelakaan telah diamankan sebagai barang bukti.

Penanganan kecelakaan itu sendiri melibatkan tim gabungan Korlantas Polri, Ditlantas Polda Jabar, dan Satlantas Polresta Cirebon.

Selain mengamankan barang bukti kendaraan, tim gabungan pun masih mendalami hasil olah tempat kejadian perkara yang pula menyebabkan belasan orang terluka.

Sayang, pihaknya belum dapat memastikan penyebab kecelakaan itu. Penyidik Satlantas Polresta Cirebon masih mengumpulkan keterangan para saksi, khususnya korban kecelakaan yang masih dirawat di RS Mitra Plumbon, Kabupaten Cirebon.

"Keterangan saksi masih kami kumpulkan, pelan-pelan karena mereka masih dirawat," tuturnya.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers