web analytics
  

Biasa Hidup Sederhana, Warga Kampung Naga Tetap Sejahtera

Selasa, 11 Agustus 2020 16:42 WIB Regi Yanuar
Umum - Regional, Biasa Hidup Sederhana, Warga Kampung Naga Tetap Sejahtera, Kampung Naga,COVID-19,ucu suherlin

Enak (80) warga Kampung Naga sedang mengerjakan kerajinan pengki atau tengkor yang nantinya dijual kepada pengepul. (Ayotasik.com/Irpan Wahab)

TASIK, AYOBANDUNG.COM -- Pandemi Covid-19 yang melumpuhkan sektor pariwisata Kampung Naga Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya tidak berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat. 

Meskipun memukul sektor pariwisata, namun warga adat Kampung Naga tetap bisa hidup dengan damai dan tenang.

Juru pelihara Kampung Naga Ucu Suherlin menuturkan, di Kampung Naga setidaknya ada 101 kepala keluarga. Selama pandemi Covid-19, mereka tidak kesusahan dalam mengisi dan memenuhi kebutuhan hidup. Hal itu karena setiap kepala keluarga, mempunyai cadangan pangan sendiri.

"Warga Kampung Naga itu berdaulat secara pangan. Dis aat terjadi pandemi tidak kesulitan karena cadangan pangan aman," ucap Ucu, Selasa (11/8/2020).

Di Kampung Naga, lanjut Ucu, sudah menjadi adat dan kebiasaan jika dalam menjalani kehidupan sehari-hari diterapkan pola kesederhanaan. Artinya, hidup seadanya dan tidak banyak menuntut hal-hal kemewahan.

"Untuk kebutuhan primer seperti makan mereka aman, karena kesederhanaan. Kehidupan hanya mengandalkan bertani dan membuat kerajinan," kata Ucu.

Enah (80) warga Kampung Naga mengakui, selama pandemi Kampung Naga yang mempunyai luas 1,5 hektare sepi dari aktivitas kunjungan. Namun hal itu tidak berdampak besar bagi kehidupan warga di dalamnya.

Warga tetap beraktivitas bertani maupun membuat kerajinan dalam pola hidup sederhana. Hal itu lantaran, dalam menjalani kehidupan mereka selalu berpegang teguh pada ajaran leluhur.

Enah yang sehari-hari mengisi kegiatan dengan bertani dan membuat kerajinan pengki atau tengkor menambahkan, virus Corona hanya melumpuhkan aktivitas kunjungan tidak menggerus kehidupan masyarakat adat.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel terkait

dewanpers