web analytics
  

Bio Farma Jadikan Indonesia Prioritas Penyaluran Vaksin Covid-19

Selasa, 11 Agustus 2020 15:54 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Bio Farma Jadikan Indonesia Prioritas Penyaluran Vaksin Covid-19 , Bio Farma,vaksin Bio Farma,Uji klinis vaksin Covid-19,Hoaks Obat Corona

Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir (tengah). (Ayobandung.com/Nur Khansa Ranawati)

SUKAJADI, AYOBANDUNG.COM -- Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir memastikan pihaknya akan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan vaksin Covid-19 dalam negeri apabila vaksin yang dikembangkan Sinovac Biotech telah diizinkan untuk diproduksi.

Dia mengatakan, apabila vaksin yang saat ini tengah menempuh uji klinis tahap III tersebut telah siap edar, pihaknya akan menggenjot produksi sebanyak 320 juta dosis vaksin. Jumlah tersebut untuk diberikan kepada 190 juta populasi warga Indonesia.

"Dari hitungan sementara, tahun depan ada sekitar target 190 juta populasi yang harus divaksin. Satu orang itu dua dosis, artinya kita harus menyiapkan vaksin sekitar 320 juta dosis," ungkapnya ketika ditemui di Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Universitas Padjajaran, Jalan Prof Eyckman Bandung, Selasa (11/8/2020).

"Fokus utamanya adalah ke Indonesia dulu," katanya.

Barulah apabila kebutuhan vaksin dalam negeri telah berhasil dipenuhi, dia mengatakan, pihaknya akan memproduksi vaksin tersebut untuk kebutuhan dunia. Saat ini, Bio Farma pun masih terus meningkatkan kapasitas produksi vaksinnya.

"Kalau orang Indonesia sudah kita vaksin dan kita masih punya kapasitas lebih, baru kita berpikir untuk ekspor," ungkapnya.

Honesti mengatakan, sejauh ini Bio Farma memiliki kapasitas produksi vaksin sebanyak 100 juta dosis dalam satu tahun. Pada Desember 2020, pihaknya menargetakan ada fasilitas baru yang bisa menambah kapasitas produksi vaksin sebanyak 150 juta dosis lagi per tahunnya.

"Artinya Desember ini secara kapasitas, kita sudah siap 250 juta dosis," katanya.

Adapun vaksin Sinovac Biotech saat ini tengah menempuh uji klinis tahap III di Indonesia dan sejumlah negara lainnya. Bila lancar, pada Januari 2021 izin dari BPOM akan keluar dan vaksin siap memasuki tahap selanjutnya untuk diproduksi massal.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers