web analytics
  

Dianggap Kerap Mengumbar Kebencian, Ini Sosok Apollinaris

Selasa, 11 Agustus 2020 14:58 WIB Fichri Hakiim
Bandung Raya - Bandung, Dianggap Kerap Mengumbar Kebencian, Ini Sosok Apollinaris , Apollinaris Darmawan,Ujaran Kebencian,Islam,penghinaan,penghinaan agama

Apollinaris Darmawan (Istimewa)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Seorang pria bernama Apollinaris Darmawan akhir-akhir ini ramai diperbincangkan masyarakat. Sosok Apollinaris viral karena kelakuannya yang kerap menuai ujaran kebencian atau menghina agama Islam.

Kini, Apollinaris diamankan Satreskrim Polrestabes Bandung setelah kediamannya diserbu sejumlah orang. Dia diamankan petugas kepolisian karena ulahnya yang mengunggah video ujaran kebencian tentang Islam di media sosial.

Pada tahun 2015, dia sempat dijebloskan ke penjara karena kasus yang sama, yakni ujaran kebencian tentang Islam. Kala itu, Apollinaris dilaporkan politisi Partai Gerindra Fadli Zon. Setelah menjalani masa hukuman 4 tahun, dia kembali bebas.

Apollinaris Darmawan dikenal sebagai sosok yang berpendidikan. Namun, dia kerap tersandung kasus ujaran kebencian.

Apollinaris tinggal di Jalan Jatayu, Cicendo, Kota Bandung. Kediaman yang ditempati Apollinaris merupakan rumah dinas peninggalan tempat dia bekerja sebelum pensiun.

Apollinaris adalah seorang pensiunan dari PJKA atau kini disebut PT KAI (Kereta Api Indonesia). Jabatan terakhirnya sebagai salah satu direksi di PJKA.

Sonny, salah seorang tetangga Apollinaris mengatakan, Apollinaris merupakan sosok orang yang pintar. "Beliau, Pak Darmawan (panggilan akrab Apollinaris), pensiun sekitar tahun 2005-2006," ujarnya, di Cicendo, Selasa (11/8/2020).

Apollinaris diketahui sebagai salah satu lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan konsentrasi jurusan teknik mesin. "Beliau juga (setelah bekerja di PJKA), mendapat pendidikan di Jerman," katanya.

Menurut Sonny, dahulu Apollinaris adalah sosok penganut agama Islam. Kemudian, dia memilih masuk Katolik bersama dua anak kandung serta istrinya.

Apollinaris dan keluarganya merupakan sosok tertutup. "Mereka jarang sekali bersosialisasi dengan warga," kata Sonny.

Diketahui, Apollinaris juga sering menulis dan menerbitkan buku. Namun, isi dari buku yang dia tulis mengandung unsur ujaran kebencian dan penghinaan terhadap agama Islam.

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Galih mengatakan, saat ini Apollinaris telah diamankan petugas kepolisian. "Sebenarnya pihak keluarga sudah tidak setuju dengan apa yang diucapkan oleh yang bersangkutan," ujar Galih di Polrestabes Bandung.

Galih menjelaskan, kondisi Apollinaris saat ini dalam kondisi sehat. Dia menyatu dengan tahanan pidana umum lainnya. "Kita sudah periksa enam orang saksi. Kita juga amankan beberapa buku yang terkait dengan kasus ini," kata Galih.

 

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers