web analytics
  

19 Relawan Lakukan Suntik Vaksin Covid-19 di RSP Unpad Bandung

Selasa, 11 Agustus 2020 14:43 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, 19 Relawan Lakukan Suntik Vaksin Covid-19 di RSP Unpad Bandung, RSP Unpad,Uji klinis vaksin Covid-19,Jokowi,Bandung Hari Ini

Sebanyak 19 orang relawan mendapat suntikan pertama vaksin tersebut di Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Unpad. (Ayobandung.com/Nur Khansa Ranawati)

SUKAJADI, AYOBANDUNG.COM -- Hari ini, Selasa (11/8/2020) merupakan hari pertama pelaksanaan uji klinis tahap III vaksin Covid-19 yang dikembangkan Sinovac Biotech Tiongkok, bekerja sama dengan Universitas Padjajaran dan Bio Farma. Sebanyak 19 orang relawan mendapat suntikan pertama vaksin tersebut di Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Unpad.

Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sinovac, Prof Kusnandi Rusmil menyebut, ke-19 relawan tersebut telah lolos tes swab sebelum disuntikkan vaksin.

"Tadi 19 orang sesuai dengan tes swab. Kemarin ada 20 orang yang dites swab, tapi yang datang 19 orang. Mungkin yang tadi satu orang kurang sehat," ungkapnya saat ditemui selepas penyuntikan vaksin.

Proses penyuntikkan vaksin di RSP ditinjau langsung Presiden Joko Widodo yang terpantau tiba di lokasi sekira pukul 11.17 WIB. Dia hadir didampingi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Doni Monardo.

Sebelumnya, Jokowi menyambangi Bio Farma guna meninjau tempat dan fasilitas produksi vaksin Covid-19 yang akan disebar di dalam negeri apabila hasil uji klinis ini telah disetuji.

Kusnandi mengatakan, selain di RSP Unpad, terdapat 5 tempat lain yang juga melakukan penyuntikan vaksin pada relawan hari ini. Kelima tempat tersebut adalah Balai Kesehatan Unpad Dipatiukur, Puskesmas Sukapakir, Puskesmas Dago, Puskesmas Ciumbuleuit, dan Puskesmas Garuda.

Setelah disuntik vaksin, relawan akan terus diminta berkoordinasi dengan tim peneliti untuk memantau kondisi kesehatan yang bersangkutan. Dalam 14 hari ke depan terhitung hari ini, para relawan tersebut akan mendapat penyuntikkan kedua.

"Kemudian, setelah dua kali suntik diambil darahnya, terus akhirnya diperiksa lagi darahnya," ungkapnya.

Sementara itu, Jokowi mengatakan, uji klinis vaksin ini ditargetkan selesai dalam 6 bulan. Dengan begitu, diperkirakan pada Januari 2021 vaksin sudah bisa diproduksi di PT Bio Farma.

"Kita harapkan di Januari kita sudah bisa memproduksi dan sekaligus juga, kalau produksinya siap, langsung diberikan vaksinasinya kepada seluruh masyarakat di Tanah Air," katanya.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers