web analytics
  

Kala Pandemi Covid-19 Runtuhkan Aktivitas di Kampung Naga

Selasa, 11 Agustus 2020 14:26 WIB Irpan Wahab Muslim
Umum - Regional, Kala Pandemi Covid-19 Runtuhkan Aktivitas di Kampung Naga, COVID-19,Kampung Naga

Kampung Naga (Ayotasik.com/Irpan Wahab)

TASIK, AYOBANDUNG.COM -- Pandemi Covid-19 tidak hanya melumpuhkan aktivitas kunjungan wisata religi Pamijahan Kecamatan Bantakalong Kabupaten Tasikmalaya.

Kondisi sama juga dialami wisata adat Kampung Naga di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Aktivitas kunjungan sepi membuat perekonomian sekitar Kampung Naga lumpuh.

Juru Pelihara Kampung Naga, Ucu Suherlin menuturkan, paska merebaknya penyebaran Covid-19 pada Maret, Pemkab Tasikmalaya menutup aktivitas kunjungan ke Kampung Naga

Hal itu berimbas pada banyaknya warga sekitar Kampung Naga yang mengandalkan ekonomi dari pengunjung harus kehilangan mata pencaharian.

Warung penjual aksesori dan pengantar pengunjung misalnya, harus kehilangan pendapatan dan memilih membanting usaha pada bidang lain seperti bertani dan menawarkan jasa transportasi.

"Imbasnya sama dengan tempat wisata lain, perekonomian sekitar Kampung Naga yang terkena imbas. Seperti warung dan pengantar pengunjung," ucap Ucu, Selasa (11/8/2020).

Akibat pandemi Covid-19 ini, kata Ucu, setidaknya 90% kunjungan wisata menghilang. Terlebih kegiatan belajar mengajar (KBM) sekolah di berbagai tingkatan dihentikan sementara oleh pemerintah.

"Biasa memandu, dan warung akhirnya lumpuh," ujarnya.

Meski ditutup untuk kunjungan, namun agenda budaya di Kampung Naga tetap berjalan. Seperti pada April, diadakan hajat sasih namun dengan pembatasan jumlah peserta.

"Kalau agenda adat tetap dilakukan, tapi hanya perwakilan saja," ungkap Ucu.

Seiring dengan bisa dikendalikannya penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya, pada Juni aktivitas kunjungan kembali dibuka. Pada minggu pertama Juni, pengunjung didominasi pelajar dan mahasiswa yang sedang melakukan tugas penelitian.

"Pas waktu dibuka kembali bulan Juni, mahasiswa dari berbagai daerah banyak yang datang untuk menyelesaikan penelitian," katanya.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel terkait

dewanpers