web analytics
  

Polrestabes Bandung Bekuk 1 Orang Kasus "Bakar Sate Maut"

Selasa, 11 Agustus 2020 11:56 WIB Fichri Hakiim
Bandung Raya - Bandung, Polrestabes Bandung Bekuk 1 Orang Kasus "Bakar Sate Maut", Kasatreskrim Polrestabes Bandung,AKBP Galih Indragiri,bakar sate maut,penusukan cidurian,Berita Bandung

Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Galih Indragiri (Ayobandung.com/Fichri Hakiim)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Petugas kepolisian mengamankan satu orang tersangka berinisial R atas kasus "Bakar Sate Maut". 

Dalam kasus ini, R bertikai dengan rekannya sendiri berinisial AR saat tengah membakar sate, Minggu (2/8/2020) dini hari. Atas pertikaian tersebut, AR jatuh ke sungai sehingga meregang nyawa.

Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Galih Indragiri mengatakan, teman dan keluarga AR langsung berinisiatif melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Antapani.

"Jadi kita lakukan pra rekon untuk mengetahui seperti apa kronologi kejadian pada malam hari itu. Kejadiannya sekitar jam 02.00 WIB dini hari," ujarnya di Polrestabes Bandung, Selasa (11/8/2020).

Kemudian, jelas Galih, dari hasil pelaksanaan pra rekon tersebut, petugas kepolisian menemukan fakta-fakta bahwasanya AR jatuh ke sungai. "Setelah jatuh ke sungai, AR itu merasakan seperti sesak napas," jelasnya.

Petugas kepolisian memberikan saran kepada pihak keluarga AR untuk melakukan autopsi guna penyidikan mendalam.

"Berapa hari kemudian kita lakukan autopsi tim forensik Rumah Sakit Sartika Asih. Kita lakukan pembongkaran kuburan dan kemudian dilakukan autopsi. Hingga saat ini kami masih menunggu hasil autopsi tersebut." tutur Galih.

Galih menjelaskan, tersangka R ditangkap di luar Kota Bandung. "Jadi untuk tersangka sudah kita amankan, tiga hari setelah kejadian. Tersangka sempat melarikan diri dan kita lakukan pengejaran. Kemudian, kami berhasil mengamankan R dan sekarang sedang ditangani di Polsek Antapani," jelasnya.

Sebelumnya, seorang pria berinisial AR (27) warga Cibiru Wetan, Kecamatan Cilenyi, Kabupaten Bandung, tewas dianiaya rekannya usai menggelar acara bakar sate, Minggu (2/8/2020) dini hari. Kasubbag Humas Polrestabes Bandung AKP Rahayu Mustikaningsih mengatakan Andri tewas akibat dianiaya oleh rekannya sendiri.

Rahayu menjelaskan, kejadian penganiayaan terhadap Andri berawal saat ia beserta empat rekannya yakni Puggi, Firdy, Didit dan Iwan sedang bakar sate daging kurban. Mereka bakar sate disekitaran bantaran sungai Cidurian, Kota Bandung.

"Selang berapa lama, kemudian datang dua orang temannya berinisial R dan A. Entah kenapa, temannya yang berinisial R melakukan pemukulan terhadap korban. Hingga korban terjatuh ke sungai," ujar Rahayu, Senin (3/8/2020).

Atas perbuatannya, R dijerat Pasal 351 ayat (3) KUHP mengenai penganiyaan yang mengakibatkan kematian dan dipidana selama 5 tahun sampai 7 tahun penjara.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel terkait

dewanpers