web analytics
  

Berinteraksi dengan Hologram Melalui Holoportation

Selasa, 11 Agustus 2020 11:43 WIB M. Naufal Hafizh
Umum - Unik, Berinteraksi dengan Hologram Melalui Holoportation, Hologram,corona,Holoportation,Pandemi Corona

David Nussbaum dan hologramnya. (REUTERS/Lucy Nicholson)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Pandemi menyebabkan pola komunikasi kita lebih banyak dilakukan melalui daring. Aplikasi-aplikasi video meeting semakin banyak digunakan untuk menggantikan pertemuan tatap muka. Namun jika bosan dengan semua aplikasi itu, mungkin Anda bisa melirik teknologi hologram.

Sebuah perusahaan bernama PORTL Inc dari Los Angeles-lah yang menciptakan teknologi ini. Teknologi ini memungkinkan kita berbicara real-time dengan hologram seukuran manusia asli. Teknologi ini juga bisa membuat kita berinteraksi dengan rekaman hologram sosok sejarah atau keluarga yang sudah meninggal.

“Kita bisa menghubungkan keluarga militer yang tidak saling bertemu selama berbulan-bulan,” kata David Nussbaum Kepala Eksekutif PORTL. Nussbaum juga mengatakan alat ini bisa mempertemukan orang-orang yang melakukan pembatasan sosial untuk melawan virus corona.

Mesin yang diberi nama holoportation ini memiliki tinggi 2,1 meter, panjang 1,5 meter dan lebar 0,6 meter. Untuk menggunakannya, colokkan alat ini pada stopkontak standar. Siapapun yang mempunyai kamera dan latar putih bisa mengirimkan hologram ke mesin ini.

Mesin ini dijual dengan harga $60.000 atau sekitar Rp885 juta. Harga yang menurut Nussbaum akan turun dalam tiga hingga lima tahun ke depan. Holoportation  juga bisa dilengkapi dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) dari perusahaan StoryFile untuk membuat hologram yang bisa diarsipkan. Namun penambahan teknologi ini memerlukan tambahan biaya $85.000 atau sekitar Rp1,3 miliar.

StoryFile sendiri adalah perusahaan yang mempromosikan teknologi ini pada museum. Memberikan pengalaman bagi pengunjung untuk bertanya pada hologram sosok sejarah. Perusahaan ini juga mempromosikan pada keluarga-keluarga, untuk merekam informasi bagi generasi mendatang.

“(Anda) merasakan kehadiran mereka, melihat bahasa tubuh mereka, melihat isyarat non-verbal mereka. Anda akan merasa seperti benar-benar bicara pada individu tersebut meski mereka tak ada di sana,” tutur Heather Smith, Kepala Eksekutif  StoryFile. (Putri Shaina)

Sumber: Reuters
Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers